SuarIndonesia – Permasalahan kurangnya ketersediaan air baku disebabkan terbatasnya intake pengolahan air.
Salah satu contoh pengambilan air untuk PDAM Kotabaru di Sengayam, hanya bermodalkan pipa yang langsung menjolor ke saluran sungai, sehingga ketika air suruh akan sangat berpengaruh terhadap ketersediaan air baku.
Untuk mengatasai hal tersebut, Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, Bidang Sumber Daya Air (SDA), berupaya membangun sarana dan prasarana air baku.
Kemidian, melakukan normalisasi sungai, dan pemanfaatan air sungai yang sumber airnya berasal dari sungai Sengayam Kabupaten Kotabaru.
Pembangunan prasarana air baku Sengayam cukup penting, karena keterbatasan air baku salah satunya disebabkan adanya intrusi air asin yang masuk ke sungai serta menurunnya kondisi lingkungan dan daya dukung lingkungan sebagai dampak berubahnya tataguna lahan.
Program kegiatan yang dilaksanakan 2019 lalu ini berlokasi di Intake IKK Sengayam, Desa Marga Jaya, Kecamatan Pamukan Barat.
“Paket kegiatan ini ada 2 pengerjaan, yang pertama adalah pembangunan Intake IKK 1 buah dengan panjang banguan 9×12 m, dan Pengerjaan Siring,” jelas Kepala Dinas PUPR Kalsel, Roy Rizali Anwar, melalui Kabid SDA, Masrai Zulzai, Jumat (13/3/2020).
Bangunan dari prasarana air baku itu sendiri terdiri dari pintu screen 5 buah, manhole 3 buah, tanggan monyet 1 set, pipa HDPE 8 inc/10mm 40 m1, Pompa centrifugal 1 unit, dan Pompa submersible 1 unit.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















