ANTREAN Solar jadi Curhatan Para Sopir Truk ke Menteri ESDM

- Penulis

Kamis, 7 April 2022 - 20:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia– Perkara antrean solar menjadi curhatan beberapa sopir truk saat bertemu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, di SPBU 63.706.01 di Tambak Ulu, Astambul, Kabupaten Banjar, Kamis (7/4/2022).

Saat bertemu Menteri ESDM ini para sopir truk menyampaikan keluhan mereka tentang sulitnya untuk mendapatkan BBM jenis solar bersubsidi.

Terkadang para sopir terpaksa antre panjang, bahkan terpaksa harus menginap sampai 2 hari untuk mendapatkan 80 liter solar.

Sugianto salah seorang Sopir truk saat bertemu Menteri ESDM di SPBU di kawasan Tambak Ulu, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar.

“Antrenya sampai semalaman pak, saya berharap bisa lancar pak solarnya.

Kami dibatasi hanya dapat 80 liter solar di SPBU dan terkadang tidak dapat karena habis, jadi terpaksa beli di eceran dengan harga Rp 10 ribu perliter,” ujar Sugianto kepada Menteri ESDM.

“Harga tidak ada kenaikan, cuma antre yang lama. Biasanya antara 4 sampai 5 jam, menang antreannya panjang jadi mau dikata apa,” tambah H. Said, sopir lainnya.

Baca Juga :   PASLON Bupati dan Wakil Bupati Balangan Dipertajam Visi Misi

“Saya menunggu satu sampai dua hari, kadang tidur di antrean. Tidak ada uang parkir, tidak ada cost tambahan,” timpal Budi, sopir lainnya.

Mendengar keluh kesah para sopir, Arifin Tasrif, menjelaskan saat ini PT Pertamina selalu berusaha untuk mencukupi kebutuhan BBM di daerah dan monitoring.

Hanya saja, masih terdapat yang tidak berhak membeli BBM bersubsidi, mengambil keuntungan dari situ. Padahal, lanjutnya, jatah dipastikan tercukupi.

“Seharusnya yang tidak berhak jangan ikut memanfaatkan solar bersubsidi. Akibatnya, masyarakat yang berhak tidak kebagian,” katanya.

Menteri pun berjanji akan merespon cepat soal keluhan para sopir yang ditemuinya di sejumlah SPBU di Kalsel. Selain pengawasan, juga menambah kuota.

“Kita akan lakukan pengawasan dan lihat pertumbuhan penggunaan tahun ini, nanti kita tambah kuotanya. Banyak juga mobil yang tangkinya besar ya di sini,” ujarnya.(RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

MTQ ke-37 Batola. Jadikan Masyarakat dan Pemerintah yang Agamis
PERLINDUNGAN HUKUM bagi Media Profesional, Begini Penegasaan Dewan Pers
MENTERI P2MI Mukhtarudin Besok Resmikan Migran Center ULM, Kuliah Umum dan MoU
JEMAAH HAJI Kloter 12 Debarkasi Banjarmasin Tiba
BEKANTAN Pulau Curiak Lahirkan Anak Kembar
BERGEMA SENI BUDAYA Dilantunkan Ratusan Peserta di Banjarbaru, Kapolda Kalsel : Ini Komitmen Nyata Polri Menjaga Kearifan Lokal
KOMITMEN LKBH ULM Sebagai Rumah Keadilan bagi Masyarakat dan Aktif Penyuluhan – Pendidikan
TERBONGKAR “Bendahara” Frans Antony, Ratusan Kali Transfer Uang Miliaran Rupiah ke Gembong Fredy Pratama

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:19

PEMKO BANJARMASIN Dukung Layanan Devisa Bank Kalsel untuk UMKM dan Ekspor-Impor

Senin, 22 Juni 2026 - 19:16

PT Bangun Banua Kalsel Apresiasi Tranformasi Bank Kalsel Menjadi Bank Devisa

Senin, 22 Juni 2026 - 19:14

RESMI LAUNCHING, Gubenur Muhidin Ajak Masyarakat Transaksi Devisa di Bank Kalsel

Senin, 22 Juni 2026 - 19:12

BANK KALSEL Resmi Jadi Bank Devisa, Siap Layani Transaksi Internasional

Senin, 22 Juni 2026 - 19:09

OJK Ingatkan Status Bank Devisa Jadi Tantangan Penguatan Manajemen Risiko

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:10

DIBEDAH Bapperida Balangan Indikator Makro Daerah

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:06

DIPERSIAPKAN Pemkab Balangan Skema Nonton Bareng Piala Dunia

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:00

DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca