SuarIndonesia– Perkara antrean solar menjadi curhatan beberapa sopir truk saat bertemu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, di SPBU 63.706.01 di Tambak Ulu, Astambul, Kabupaten Banjar, Kamis (7/4/2022).
Saat bertemu Menteri ESDM ini para sopir truk menyampaikan keluhan mereka tentang sulitnya untuk mendapatkan BBM jenis solar bersubsidi.
Terkadang para sopir terpaksa antre panjang, bahkan terpaksa harus menginap sampai 2 hari untuk mendapatkan 80 liter solar.
Sugianto salah seorang Sopir truk saat bertemu Menteri ESDM di SPBU di kawasan Tambak Ulu, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar.
“Antrenya sampai semalaman pak, saya berharap bisa lancar pak solarnya.
Kami dibatasi hanya dapat 80 liter solar di SPBU dan terkadang tidak dapat karena habis, jadi terpaksa beli di eceran dengan harga Rp 10 ribu perliter,” ujar Sugianto kepada Menteri ESDM.
“Harga tidak ada kenaikan, cuma antre yang lama. Biasanya antara 4 sampai 5 jam, menang antreannya panjang jadi mau dikata apa,” tambah H. Said, sopir lainnya.
“Saya menunggu satu sampai dua hari, kadang tidur di antrean. Tidak ada uang parkir, tidak ada cost tambahan,” timpal Budi, sopir lainnya.
Mendengar keluh kesah para sopir, Arifin Tasrif, menjelaskan saat ini PT Pertamina selalu berusaha untuk mencukupi kebutuhan BBM di daerah dan monitoring.
Hanya saja, masih terdapat yang tidak berhak membeli BBM bersubsidi, mengambil keuntungan dari situ. Padahal, lanjutnya, jatah dipastikan tercukupi.
“Seharusnya yang tidak berhak jangan ikut memanfaatkan solar bersubsidi. Akibatnya, masyarakat yang berhak tidak kebagian,” katanya.
Menteri pun berjanji akan merespon cepat soal keluhan para sopir yang ditemuinya di sejumlah SPBU di Kalsel. Selain pengawasan, juga menambah kuota.
“Kita akan lakukan pengawasan dan lihat pertumbuhan penggunaan tahun ini, nanti kita tambah kuotanya. Banyak juga mobil yang tangkinya besar ya di sini,” ujarnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















