SuarIndonesia — Pemerintah Kota Banjarmasin pada 2024, melanjutkan program normalisasi sungai baik pengerukan maupun pelebaran sebagai upaya mengantisipasi dari musibah banjir.
Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin Suri Sudarmadiyah di Banjarmasin, Kalsel, Jumat (26/1/2024), sebagai kota “Seribu Sungai”, lanjut dia, program tersebut terus digalakkan dengan melakukan berbagai kegiatan agar sungai di kota ini bisa mengalir lancar dan tidak mengalami kedangkalan.
Dikutip AntaraNews, di antara sungai yang masuk program normalisasi tahun ini, yakni Sungai Veteran sepanjang 3,5 kilometer, Sungai Sutoyo S (Teluk Dalam) sepanjang 3,5 kilometer, Sungai A Yani dan Sungai Guring yang masuk wilayah Sungai Pekapuran dengan panjang 3,2 kilometer dan 3,8 kilometer.
Menurut Suri, program normalisasi sungai itu tidak hanya menggunakan dana APBD kota, namun juga dibantu pemerintah pusat melalui program Ketahanan Banjir Perkotaan Nasional atau National Urban Flood Resilience Project (NUFReP).
Proyek, yang digarap oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR melalui Badan Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III tersebut, berjangka waktu lima tahun mulai dari 2023 hingga 2028.
Menurut Suri, program normalisasi sungai terus dilakukan setiap tahunnya, karena aliran sungai di kotanya mencapai seratusan.
Sehingga, lanjut dia, normalisasi sungai dilakukan secara bertahap, sesuai kemampuan keuangan daerah dan skala prioritas.
Kota Banjarmasin pada tahun 2021 mengalami banjir besar, sehingga normalisasi sungai terus digalakkan secara maksimal.
Tahun ini, selain normalisasi sungai, dalam program NUFreP ini juga akan dibangun rumah pompa dan pintu air di tiga titik, yakni di muara Sungai Pekapuran, muara Sungai Bilu dan muara Sungai Gardu yang langsung berhubungan ke Sungai Martapura. [*/UT]
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















