ANGGARAN Jalan Akses Baru Menuju Bandara Diusulkan, Sembari Menunggu Kajian Lingkungan

ANGGARAN Jalan Akses Baru Menuju Bandara Diusulkan, Sembari Menunggu Kajian Lingkungan

SuarIndonesia – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XI Banjarmasin, sudah membuat usulan anggaran pelaksanaan fisik jalan akses baru menuju Bandara Syamsudin Noor.

Hal ini dibenarkan Kasi Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Jalan, BBPJN XI, Dedy Junaidi, Jumat (16/10/2020) lalu.

“Saat ini sedang dibuat kajian lingkungan fisbility study (FS) dan detail engineering design (DED) jalan akses tersebut.

Pelaksanaan kajian ranahnya di Pemprov Kalsel, pelaksanaan kontruksi nanti di tempat kami,” ujar Junaidi, seraya menyatakan informasi didapat pihaknya kontrak pelaksanaan kajian sampai Desember mendatang.

Disebutkannya, pihak BBPJN sudah membuat usulan anggaran kurang lebih Rp80 miliar untuk tahap awal pekerjaan fisik. Pekerjaan tersebut direncanakan sistem tahun jamak.

“Agar bisa memangkas waktu meskipun FS dan DED masih tahap pelaksanaan anggaran tetap kami usulkan, dengan harapan 2021 tersedia anggaran pekerjaan fisik.

Syaratnya tentu saja FS dan DED harus selesai Desember mendatang. Jika anggaran tersedia tapi FS dan DED tidak selesai maka pelaksanaan fisik tidak bisa dilaksanakan.

Kami dari balai tetap mendukung dengan membuat usulan anggaran,” bebernya.

Ia menjabarkan, berdasarkan rancangan awal jalan tersebut terdapat beberapa opsi. Yang pertama 4 lajur 2 jalur dan 2 meter untuk median jalan.

“Pembangunan jalan tersebut harus menyesuaikan kawasan keselamatan operasional penerbangan (KKOP).

Rancangan awal jalan masing-masing lajur lebarnya 3,5 meter. Anggaran yang diperlukan Rp155 miliar.

Juga ada opsi lain jalan menggunakan 6 lajur anggaran yang diperlukan Rp200 miliar lebih. Semua itu baru rancangan awal masih hitungan kasar.

Berapa keperluan dana resminya nanti sesuai DED. Yang pasti kami usulkan anggaran dulu untuk tahap awal pelaksanaan sembari menunggu FS dan DED selesai dilaksanakan Pemprov Kalsel,” pungkasnya.

Jalan akses baru tersebut berbeda dengan jalan eksisting menuju bandara saat ini. Jalan eksisting panjangnya 14 kilometer, sedangkan jalan yang sedang dikaji hanya kurang lebih 3 kilometer dari jalur utama.(RW)

 106 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: