SuarIndonesia — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Selatan (PUPR Kalsel) mengakselerasi pembangunan infrastruktur strategis Jembatan Pulau Laut Kotabaru.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalsel M Yasin Toyib dikonfirmasi di Banjarmasin, Kamis (28/8/2025), mengatakan mereka memantau pekerjaan proyek unggulan tersebut untuk memastikan progres pembangunan sesuai rencana.
“Jembatan Pulau Laut merupakan salah satu Proyek Strategis Provinsi karena memiliki fungsi vital untuk menunjang konektivitas kawasan ekonomi antara Pulau Laut dan daratan Kalimantan,” kata Yasin.
Menurut dia, Jembatan Pulau Laut dirancang memiliki panjang total 3,6 kilometer yang dikerjakan secara bertahap dengan nilai investasi mencapai Rp5,9 triliun.
Yasin menegaskan kehadiran Jembatan Pulau Laut Kotabaru bakal mempercepat perekonomian di wilayah pesisir Kalimantan Selatan dan Pulau Laut Kotabaru.
“Distribusi barang dan mobilitas masyarakat menjadi lebih efisien, sehingga berdampak langsung pada sektor industri, pariwisata, dan perikanan,” ujar Yasin.
Proyek ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang Pemprov Kalsel dalam mendukung visi Kalimantan Selatan sebagai Gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN) dan pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.
Sementara itu, perwakilan pelaksana proyek PT Pembangunan Perumahan (PP) Tbk Yudhi mengatakan laporan sejumlah peralatan utama dan material pemancangan telah tiba di lokasi.
“Kami terus memastikan logistik proyek datang tepat waktu, saat ini persiapan pekerjaan pemancangan tengah dilakukan, dan akan segera dilanjutkan ke tahap berikutnya,” kata Yudhi, dilansir dari ANTARANews.
Jembatan yang menghubungkan Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu dan Pulau Laut Kabupaten Kotabaru tersebut memiliki panjang sekitar 3,6 kilometer.
Pada 2024, Pemprov Kalsel telah mengalokasikan Rp200 miliar dari sisi Batulicin dan Rp300 miliar dari sisi Kotabaru. Sedangkan di 2025, Pemprov Kalsel mengalokasikan Rp300 miliar dari sisi Batulicin dan Rp450 miliar dari sisi Kotabaru.
Sehingga, total anggaran yang telah dialokasikan mencapai Rp1,25 triliun. Sedangkan anggaran yang diperlukan hingga jembatan selesai mencapai Rp5,9 triliun, sehingga masih dibutuhkan sekitar Rp4,7 triliun.
Awalnya, Pemprov Kalsel memperkirakan Jembatan Pulau Laut dapat dikerjakan selama dua tahun, namun pertimbangan anggaran yang besar sehingga rencana pembangunan menjadi tiga tahun yang diperkirakan akan selesai pada 2029. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















