560 SPPG Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

- Penulis

Senin, 27 Oktober 2025 - 20:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, mempersiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (23/9/2025). (Dok ANTARA/Risky Syukur)

Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, mempersiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (23/9/2025). (Dok ANTARA/Risky Syukur)

SuarIndonesia — Sebanyak 560 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sudah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang diwajibkan institusi tersebut kepada dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan kualitas makanan yang dihasilkan bersih, sehat dan bergizi.

“Sampai hari ini ada sekitar 560-an kalau tidak salah. Saya belum terima data terbaru,” kata Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana di Jakarta, Senin (27/10/2025).

Ia mengatakan, seluruh SPPG yang ada di Indonesia sudah mengajukan sertifikasi tersebut dan semua masih dalam proses.

Proses pengajuan hingga sertifikat itu diterima SPPG secara bertahap dan dalam waktu dekat seluruhnya akan memiliki SLHS. “Insya Allah dalam waktu dekat seluruhnya akan tersertifikasi,” kata dia.

Menurut dia, untuk SPPG yang baru setelah lolos verifikasi yang dilakukan BGN dan sebelum operasional mereka harus meminta rekomendasi dari Dinas Kesehatan. “Insya Allah dalam waktu dekat seluruhnya sudah dilakukan sertifikasi,” kata dia.

Sebelumnya, Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang menegaskan, BGN berkomitmen kuat menjaga keamanan dan kualitas MBG yang diproduksi SPPG yang memiliki sertifikat SLHS.

Baca Juga :   FEBRIE ADRIANSYAH Diberhentikan Sementara sebagai Jaksa

Regulasi ini merupakan salah satu persyaratan wajib yang ditetapkan BGN untuk memastikan standar kesehatan dan kebersihan dalam proses produksi menu Program MBG.

“Kami mendorong SPPG yang sudah operasional agar segera mengurus penerbitan SLHS hingga Oktober 2025,” tutur Dadan dilansir dari AntaraNews.

Hal ini menyangkut keamanan pangan dan perlindungan penerima manfaat sehingga harus diprioritaskan. “Kami juga terus memonitor perkembangan sertifikasi SPPG setiap hari,” kata Dadan menambahkan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HELIKOPTER Super Puma “Water Bombing” Karhutla Jatuh di Sungai Barito Kalsel
BNPB : Tim Terkait Masih Bersiaga di Lapangan Himpun Kronologi serta Penyebab Jatuhnya Helikopter “Water Bombing”
HELIKOPTER Super Puma “Water Bombing” Karhutla Jatuh di Sungai Barito Kalsel
TIM PENYELAM Evakuasi Satu Jenazah Kru Helikopter Mi-17, Langsung Diterbangkan ke Jakarta
LUAR BIASA ! Sosok AKBP Arifin Sukses Menciptakan Aplikasi SIRANMOR Mewujudkan Manajemen Ranmor Dinas Polri Terintegrasi
KASUS PENYADAPAN ILEGAL: Kapolri Bentuk Tim Khusus
SIDANG TUDINGAN IJAZAH PALSU: Jokowi Salami Roy Suryo Usai Bersaksi
LISTYO dkk Kini Ditahan di Rutan Mako Brimob

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 16:07

HELIKOPTER Super Puma “Water Bombing” Karhutla Jatuh di Sungai Barito Kalsel

Minggu, 8 November 2026 - 15:50

BNPB : Tim Terkait Masih Bersiaga di Lapangan Himpun Kronologi serta Penyebab Jatuhnya Helikopter “Water Bombing”

Minggu, 8 November 2026 - 15:41

HELIKOPTER Super Puma “Water Bombing” Karhutla Jatuh di Sungai Barito Kalsel

Sabtu, 7 November 2026 - 18:03

TERBAKAR GUDANG Penyimpan Barang Bangunan di Samping Wisma Antasari, Tiga Motor Buruh Turut Hangus

Sabtu, 7 November 2026 - 17:42

RESIDIVIS Bobol Minimarket di Benua Anyar, Gasak Uang ,5 Juta

Sabtu, 7 November 2026 - 17:24

RESES di Satui, Warga Keluhkan Asap Karhutla dan Air Bersih

Sabtu, 7 November 2026 - 01:17

TIM PENYELAM Evakuasi Satu Jenazah Kru Helikopter Mi-17, Langsung Diterbangkan ke Jakarta

Sabtu, 7 November 2026 - 01:12

BANDAR SABU Berusaha Tikam Polisi Berakhir Ditembak

Berita Terbaru