Suarindonesia – Sebanyak 56 sekolah dasar (SD) di Kota Banjarmasin akan segera mendapatkan kucuran dana renovasi ruang belajar (rumbel) sekolah dari usulan dana alokoasi khusus (DAK) pemerintah pusat tahun 2019 sebesar Rp21 miliar.
Namun sebelumnya tahun 2017 Disdik Banjarmasin juga mendapatkan Rp2,3 miliar, 2018 lalu mendapatkan dana Rp6,5 miliar, dan pada 2019 meningkat tajam sebesar Rp21 miliar, kata Kabid Pendidikan Dasar (SD) Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Drs H Nuryadie kepada awak media, Rabu (03/07/2019).
Diharapkan, pada 2020 mendatang, disdik bisa berhasil menarik dan melaporkan dengan baik sehingga alokasi kucuran DAK bisa lebih meningkat lagi sebesar Rp56 miliar.
“DAK untuk perbaikan lokal atau ruangan SD dari tahun ke tahun selalu meningkat,” katanya.
Dipaparkannya, tahun ini memang sedang memasuki tahap pengerjakan sejumlah lokal atau ruangan kelas yang akan direhab dengan dana DAK. Namun pengucurannya bertahap dan tahap pertama Ro5,6 kemudian ada tahap dua dan tiga.
Pada tahun 2019 ini ada 56 sekolah yang mendesak diperbaik karena kondisinya memprihatinkan.“Dari 56 sekolah itu mimimal satu sekolah ada tiga sampai empat rombel yang rusak parah,” katanya.
Dikatakan, dengan perbaikan bangunan kelas melalui dana DAK ini diharapkan jumlah kerusakan bangunan SD di kota ini makin berkurang.
“Alhamdulillah, jumlah dana DAK yang diterima Banjarmasin untuk perbaikan lokal atau ruangan kelas SD dari tahun ke tahun makin meningkat,” kata Kabid Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin ini menyakinkan.
Dipaparkannya, dalam satu sekolah itu ada 12 rumble yang diusulkan perbaikan ke Kementerian Pendidikan di Jakarta melalui DAK. Disdik memprioritaskan perbaikan gedung sekolah pada era tahun 1975-an.
“Bangunan SD tahun 1975-an yang terbuat dari kayu cukup banyak dan kondisinya sangat memprihatikan,” katanya.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















