SuarIndonesia -Puluhan calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Banjarmasin 2023, diberi pembekalan , berlansgung di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota, (Rabu 9/8/2023).
Turut hadir dalam pembekalan tersebut, Dandim 1007 Banjarmasin, Letkol Inf Arman Aris Sallo, Kepala Badan Kesbangpol Kota Banjarmasin, H Lukman Fadlun serta jajaran terkait
Walikoata Banjarmasin H Ibnu Sina mengucap selamat telah terpilih sebagai para calon anggota paskibraka, karena tidak semua siswa SMA sederajat memiliki peluang menjadi anggota paskibraka.
“Sebagai calon anggota paskibraka, adik-adik menanggung tanggung jawab moral dalam mengamalkan ikrar panca paskibraka,” ujarnya.
H Ibnu Sina menjelaskan, kegiatan pembekalan itu merupakan langkah awal yang penting dalam perjalanan menuju pelaksanaan tugas berat dan mulia sebagai bagian dari pasukan pengibar bendera pusaka pada peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Pembekalan ini akan memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas dengan baik nantinya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kota Banjarmasin, H Lukman Fadlun menyampaikan Paskibraka tersebut merupakan putra putri terbaik bangsa yang direkrut dan diseleksi secara bertahap dan berjenjang melalui sistem dan mekanisme pendidikan dan pelatihan yang menanamkan nilai nilai kebangsaan.
“Kegiatan ini peserta diberikan bekal mengenai bagaimana cara peraturan baris berbaris, kepemimpinan, kedisiplinan, penguatan mental dan fisik serta lainnya,” terangnya.
Ia memaparkan, calon paskibraka Kota Banjarmasin tersebut berjumlah 28 orang terdiri dari 14 putra dan 14 putri yang terpilih dari hasil seleksi antar Sekolah Menengah Atas Sederajat yang ada di Kota Banjarmasin.
Kemudian, H Lukman Fadlun menjelaskan tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut pertama melaksanakan kegiatan sesuai Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Banjarmasin.
Kedua, menumbuhkan sikap jasmani yang tegap dan tangkas, rasa disiplin, serta tanggung jawab, ketiga menumbuhkan rasa persatuan, yakni rasa senasib dan sepenanggungan serta ikatan yang terjalin diperlukan untuk menjalankan tugas, keempat menumbuhkan sikap disiplin.
“Terakhir, menumbuhkan rasa tanggung jawab, yaitu berani untuk bertindak, mengambil resiko yang sifatnya menguntungkan tugas dan tidak melakukan tindakan yang bisa merugikan atau menimbulkan resiko untuk dirinya,” pungkasnya.(*/SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















