23 Pedagang Pasar Kapuk Direlokasi ke Pasar Teluk Dalam Muara

23 Pedagang Pasar Kapuk Direlokasi ke Pasar Teluk Dalam Muara

Suarindonesia – Tekad Pemko Banjarmasin merelokasi kios pedagang di Pasar Kapuk Baru, Jalan Rantau Darat, Kecamatan Banjarmasin Selatan bukan isapan jempol. Bahkan Pemko Banjarmasin, juga memberikan fasilitas bagi 23 pedagang yang rajin membayar retribusi setiap bulan dipindahkan di Lantai II Pasar Teluk Dalam Muara.

Pemindahan yang awalnya 66 pedagang dari Pasar Ujung Murung yang sejak awal ditempatkan di eks Kecamatan Banjarmasin Selatan hingga kemarin memang kondisinya makin sepi jika harus berjualan di Rantaun Darat tersebut.

Kepala Bidang Pasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Drs H Ichrom M Tesar kepada wartawan mengatakan, ada 23 kios yang akan direlokasi untuk sementara dari lahan eks Kantor Camat Banjarmasin Selatan itu ke Pasar Teluk Dalam.

Pertimbangan pemberian lokasi di Pasar Terluk Dalam dengan cuma-cuma ini karena memang Lantai Dua Pasar Teluk Dalam ditinggalkan para pedagang.

“Sebenarnya ada 66 kios yang ada di situ. Sedangkan 23 yang direlokasi mereka tertib bayar retribusi. Jadi kami pindahkan ke Teluk Dalam. Mereka semua asal pindahan dari Pasar Ujung Murung,” ucap Tesar kepada awak media, Selasa (23/4/2019).

Dia juga menambahkan, pedagang yang direlokasi akan ditempatkan di kios-kios kosong lantai 2 Pasar Teluk Dalam tersebut akan dieadlinenya mulai 21 April nanti.

Jadi saat ini lahan milik Pemko diharapkan sudah mulai dibersihkan para pedagang Pasar Kapuk yang selama ini mulai beralih jualan pedagang aneka barang-barang lainnya.

Kemudian, bekas pedagang juga nantinya akan dipakai untuk pembangunan gedung Depo Arsip yang akan dipakai oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip, namun pembangunan dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Sedangkan Kepala Dinas PUPR Kota Banjaramsin Ir HM Arifin Noor mengatakan, jika pembangunannya sudah memasuki tahapan lelang dengan pagu anggaran senilai Rp8,7 miliar lebih. “Rencana lelang memang sudah dikonsultasikan dengan ULP. Kami masih menunggu apakah berkas yang kami ajukan perlu diperbaiki atau bagaimana, kami masih menunggu,” ujarnya.

Mantan Kadis PU Kalsel ini juga menambahkan, gedung yang Depo Arsip yang dibanguan dua lantai itu ditarget selesai sebelum berakhir tahun anggaran. “Targetnya paling lambat Desember selesai. Semoga berjalan dengan lancar,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip, Drs H Ahmad Husaini sebelumnya mengemukakan, Depo Arsip tersebut difungsikan sebagai tempat penertiban arsip milik pemko.

“Jadi memang dibangun dua lantai. Lantai satu untuk kantor, dan lantai dua untuk arsip,” jelasnya.

Husaini mengakui, hingga saat ini arsip Pemko masih banyak berada di SKPD terkait. Sehingga diharapkan dengan adanya gedung tersebut dokumen penting tersebut bisa tersusun dengan baik.(SU)

 366 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: