SuarIndonesia – YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) Kalimantan Selatan (Kalsel) menduga adanya permainan pelaku usaha, menyusul selalu mahalnya harga minyak goreng dan kosong Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Fertalite
“Mungkin pula ada faktor mempengaruhi dengan melejitnya harga minyak goreng yang juga menerima imbasnya masyarakat di Kalsel.
Yang bertanggung jawab Menteri Perdagangan harus mempunyai solusi bagaimana ini agar tidak terjadi berkelanjutan,” kata Ketua YLKI Kalsel Dr H Fauzan Ramon, SH, MH, kepada wartawan.
Karena lanjutnya, bagaimanapun minyak goreng ini diperlukan rakyat atau masyarakat.” Kita sebagai Pengurus YLKI minta pertanggungjawaban,” tegasnya lagi.
Terkait barang dan jasa maka YLKI Kalsel berhak menerima laporan dan solusinya apa yang dilakukan. YLKI siap.
“Tentunya Kita juga dari YLKI tetap terjun ke lapangan, jemput bola, tidak hanya mendengar.
Memang ini fakta yang terjadi. Saya juga berharap, di Kalsel ada Kadis Perdagangan Kalsel, termasuk dari beberapa Kabupaten dan Kota, harus ada solusinya untuk minyak goreng,” tegas Fauzan Ramon.
Dari keternagan, Jumat (12/11/2021) YLKI mengajak instansi yang berwenang dan meminta juga penjelasan dari Menteri Perdangan di Pusat Jakarta.
Kemudian disinggung soal BBM jnesi Fertalite yang mulai langka di Banjarmasin ?.
Fauzan Ramon menyatakan, pada saat dia mengisi Pertamax di SPBU, Kamis (11/11/2021), banyak melihat para pengendara roda dua mengisi kendaraannya dengan Pertamax, yang dijawab oleh mereka, Pertalite kosong.
“Karena di Kalsel ini ada Tim Pengawasan Tim Gabungan, baik itu dari Pertamina, Hiswana Migas, termasuk Pihak Kepolisian untuk mengawasi di semua Polres, karena ada dugaan ada permainan pelaku usaha,” ungkap Fauzan Ramon lagi.
Hal ini karena masuk ranah Dit Reskrimsus untuk melakukan penanganan persoalan.
Menurut Fauzan Ramion, karena kalau dibiarkan, kasihan masyarakat.
Hal ini mengingat pertambahan kendaraan roda dua dan roda empat dan juga ada SPBU bertambah, namun ada Aktor yang menggunakan kelangkaan ini untuk kepentingan pribadi.
“Sehingga diharapkan Polda Kalsel untuk memperhatikan kelangkaan Fertalite dan termasuk soal harga minyak goreng yang terus melambung, ini harus diperhatikan,” pungas Fauzan Ramon. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















