Suarindonesia – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kalsel mengalami naik turun.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalsel, Dr. Diauddin, saat ini kasus DBD datar.
Memang sempat naik pada Desember 2022, namun menurun lagi pada Januari 2023.
“Meski begitu DBD bukan berarti hilang, tapi masih ada. Hal itu tetap menjadi perhatian petugas kabupaten kota untuk kolaborasi dengan masyarakat mengatasi DBD,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalsel, Dr. Diauddin
Daerah yang selama ini rawan dan sering terjadi yaitu Kabupaten Banjar, Banjarbaru, dan Banjarmasin.
Menurutnya, tiga daerah itu setiap tahun menjadi daerah paling banyak kasus DBD
Dikatakannya, mengatasi DBD tidak bisa hanya dilakukan oleh petugas, namun diperlukan peran serta masyarakat.
Disebutnya, masyarakat harus berperan memberikan lingkungan masing-masing agar jantik-jantik nyamuk tak bisa berkembang biak.
“Mengatasi DBD itu dengan upaya menjaga supaya nyamuk tidak bisa berkembamlng biak.
Jadj, harus membasmi kemungkinan yang menjadi sarang nyamuk,” ucapnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















