WARGA KORBAN Banjir di Terminal KM 6 Mulai Diserang Penyakit, Layanan Kesehatan Cuma 2 Jam

- Penulis

Rabu, 20 Januari 2021 - 20:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SuarIndonesia – Warga korban (penyintas) banjir yang saat ini tengah mengungsi di Terminal Tipe B Km 6 Banjarmasin mulai terserang berbagai penyakit, mulai dari ISPA seperti flu dan batuk, meriang, serta gatal-gatal.

Namun sayangnya layanan kesehatan yang diberikan oleh pemerintah kota setempat terbilang sangat singkat, hanya dua jam dalam sehari.

Sedangkan jumlah pengungsi yang menginap di lokasi tersebut berjumlah 504 orang.

Hal tersebut diketahui usai awak media mencoba mendatangi tempat pengungsian yang ada di bangunan kios Terminal Km 6, Rabu (20/01/2021) siang.

Sepertinya yang diungkapkan oleh salah satu pengungsi, Nurhayati. Ia mengaku beberapa hari mengeluhkan tidak enak badan.

“Sudah beberapa terakhir ini tidak enak badan. Anak juga begitu. Sementara cuman minum obat paracetamol sama pakai minyak kayu putih,” ucap wanita berusia 53 tahun ini saat dibincangi awak media.

Menurut warga Kelurahan Pemurus Luar itu, selama enam hari dirinya di pengungsian. Ia belum bisa memeriksakan kondisi kesehatannya ke posko kesehatan yang tersedia di pengungsian.

Hal tersebut terjadi lantaran jam operasional posko kesehatan yang dibuka oleh Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin tersebut sangat singkat.

“Posko kesehatan ada tapi cuma buka dua jam. Dari jam 10 sampai jam 12 siang saja. Periksanya pun rebutan, jadi kita tidak sempat,” keluhnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Rosita, wanita berusia 55 tahun ini mengaku telah kehilangan suara akibat batuk yang dideritanya.

Selain itu, warga Gang Tanjung Pura, RT 28 ini juga merasakan kondisi badan yang sudah tidak fit.

Baca Juga :   SENGKETA PELAYANAN Ketenagalistrikan Bergulir “ke Meja Hijau” PTUN Banjarmasin

Namun Rosita masih beruntung, ia bisa memeriksakan kesehatannya walaupun hanya diberi obat seadanya. Sehingga ia bisa minum obat yang tersedia agar tetap bisa bertahan.

“Tidak bisa periksa di posko lagi. Dua jam saja petugasnya ada. Setelah itu pulang,” cetusnya.

Selain dua wanita paruh baya tadi, di pengungsian tersebut juga terdapat warga lansia (lanjut usia) berusia 70 tahun yang hanya bisa terbaring menahan penyakitnya, yakni Masripah.

“Alhamdulillah orang tua saya mendapat obat dari petugas kesehatan, ya walaupun hanya obat maag yang diberi petugas kesehatan,” ujar Sulastri yang merupakan anak kandung dari Masripah.

Tidak hanya itu, Sulastri menambahkan bahwa ibunya juga menderita penyakit sendi seperti rematik.

Menanggapi keluhan yang diungkapkan pengungungsi itu, Pj Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Mukhyar mengaku akan mengevaluasi kinerja Dinkes.

“Nanti kita evaluasi, kalau warga merasa kurang lama pelayanannya nanti kita sampaikan pada dinkes agar pelayanan kesehatan masyarakat bisa berjalan maksimal,” ujarnya singkat.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026
SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura
KAPOLDA KALSEL, Gagas Forum Rektor dan “Crisis Center” Atasi Karhutla, Ciptakan Kamtibmas hingga Mendukung Pendidikan Unggul
SINERGI KAMTIBMAS Forkopimda Kalsel bersama Para Pimpinan Perguruan Tinggi, Begini Penekanan Kapolda
KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden
ANCAMAN Asap Karhutla, Kapolsek Banjarmasin Tengah Turun Bagikan Masker
OPERASI PATUH INTAN 2026 Polresta Banjarmasin Kerahkan 85 Personel, ETLE Dioptimalkan
SERATUS PERSONEL BKO Perkuat Penanganan Karhutla di Kalsel, Diterima Kapolda

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca