WARGA ISOMAN Diminta Menko PMK Wajib Diberi Oxymeter

- Penulis

Kamis, 5 Agustus 2021 - 00:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Pemerintah Kota Banjarmasin diminta memfasilitasi setiap warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah untuk diberikan alat pengukur kadar oksigen terlarut dalam darah atau pulse oximeter.

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia (RI), Muhadjir Effendy saat mengunjungi kawasan Kampung Tangguh Banua yang ada di Kelurahan Kertak Baru Ulu (KBU), Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Rabu (4/8) siang.

Dalam kunjungannya tersebut, Muhadjir melewati salah satu warga yang saat itu sedang menjalani isoman. Ia menanyakan kepada Pemko setempat yang saat itu diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Banjarmasin, apakah yang bersangkutan sudah diberikan bantuan atau tidak?

Kemudian, Menko PMK jua menanyakan apakah warga yang isoman tersebut juga diberikan alat pulse oximeter atau tidak?

“Sudah dikasih oximeter atau belum?” ucap Menko.

 

 

WARGA ISOMAN Diminta Menko PMK Wajib Diberi Oxymeter (1)

 

 

Lurah setempat, Rusipihani yang saat itu juga berhadir di sana menjawab bahwa fasilitas tersebut sudah diberikan, namun hanya di Puskesmas terdekat, yakni Puskesmas Cempaka.

“Sudah pak. Oximeter ada di Puskesmas,” jawabnya

 

 

Oxymeter

 

 

Kendati sudah mendapat jawaban, Muhadjir ternyata tidak puas dengan jawaban tersebut. Menko Lantas meminta Kadinkes Banjarmasin untuk memberikan fasilitas alat oximeter.

“Harusnya diberi satu untuk setiap warga isoman. Tidak hanya mengandalkan yang ada di Puskesmas,” timpal Muhadjir.

Sayangnya, awak media tidak diberi ruang door stop untuk melakukan wawancara secara rinci mengenai instruksi yang diutarakannya tersebut.

Saat dikonfirmasi, Kadinkes Kota Banjarmasin, Machli Riyadi mengakui pihaknya tidak memberikan alat oximeter tersebut pada warga isoman.

“Tapi petugas Puskesmas kita sudah diperintahkan untuk memantau perkembangan setiap warga yang isoman,” klaimnya.

Saat ditanya, bagaimana instruksi yang diminta Menko PMK untuk memfasilitasi setiap warga isoman dengan alat oximeter tadi?

Menurutnya, yang diminta Menko tersebut memang sudah benar. Pasalnya dengan memiliki alat oximeter tersebut, warga bisa mengontrol sendiri perkembangan kesehatannya selama menjalani isoman.

Baca Juga :   TRUK TRAILER "Si Ular Besi" Macetkan Arus di Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti

“Perlu sih sebenarnya. Karena dengan begitu mereka (warga isoman) bisa mengontrol sendiri. Walaupun tetap kita pantau perkembangannya,” imbuh Machli.

Machli mengaku pihaknya akan mengusahakan hal tersebut untuk pengadaan oximeter dalam waktu dekat.

“Yaa kita akan usahakan lagi untuk menambah alat Oximeter ini untuk diberikan kepada warga isoman,” tuntasnya seraya meninggalkan awak media ke dalam mobil dinasnya.

Benar saja, ketiadaan alat oximeter bagi warga isoman tersebut dialami oleh Ahmad, salah satu warga Banjarmasin yang menjalani isoman di rumahnya ini mengaku harus membeli oximeter secara mandiri dengan harga Rp150 ribu.

Ia menceritakan tidak ada diberi bantuan alat oximeter dari Puskesmas terdekat. Karena itu ia terpaksa membelinya secara pribadi.

“Mau tidak mau kami membelinya satu. Karena keluarga saya satu rumah divonis terkonfirmasi positif Covid-19 saat berobat di salah satu dokter langganan keluarga,” ungkapnya saat dihubungi Kalimantan Post melalui sambungan telepon.

Menurutnya, alat pengukur kadar oksigen melalui denyut nadi manusia tersebut sangat sulit didapatkan. Pasalnya ia sudah mencari ke mana-mana termasuk toko yang khusus menjual alat kesehatan.

“Setelah saya beli, tidak lama ada yang menjual dengan harga Rp200 ribu. Tapi itu pun sangat terbatas jumlahnya,” bebernya.

Beruntung, beberapa hari yang lalu ia sudah dinyatakan negatif dari hasil PCR yang dilakukannya di salah satu rumah sakit.

“Setelah sembuh alat itu saya jual lagi ke teman saya yang juga menjalani isoman. Karena teman saya kesulitan mencari toko yang masih menyediakan stok oximeter,” tutupnya (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026
SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura
KAPOLDA KALSEL, Gagas Forum Rektor dan “Crisis Center” Atasi Karhutla, Ciptakan Kamtibmas hingga Mendukung Pendidikan Unggul
SINERGI KAMTIBMAS Forkopimda Kalsel bersama Para Pimpinan Perguruan Tinggi, Begini Penekanan Kapolda
KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden
ANCAMAN Asap Karhutla, Kapolsek Banjarmasin Tengah Turun Bagikan Masker
OPERASI PATUH INTAN 2026 Polresta Banjarmasin Kerahkan 85 Personel, ETLE Dioptimalkan
SERATUS PERSONEL BKO Perkuat Penanganan Karhutla di Kalsel, Diterima Kapolda

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca