Walikota: Orang Banjar Lebih Ramah Lingkungan

- Penulis

Minggu, 28 April 2019 - 19:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Program pengurangan sampah terutama limbah plastik yang kini gencar dilaksanakan Pemko Banjarmasin, kembali mendapat apresiasi dari pemerintah pusat tepatnya dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI.

Melalui kegiatan Pelatihan Tanggap Bencana Provinsi Kalsel yang dilaksanakan di Ball Room Hotel Palm Banjarmasin, Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina mendapat kehormatan sebagai nara sumber utama, mempresentasikan keberhasilan Pemko Banjarmasin dalam menerapkan Perwali Nomor 18 tahun 2016 tentang Larangan Penggunaa ln Kantong Plastik bagi Ritel, Toko Modern, Apotek dan Pasar Tradisional.

Menurut H Ibnu Sina, memerangi sampah plastik itu bukanlah hal yang sulit. Karena hal tersebut bisa dengan mulai membiasakan diri sendiri untuk tidak menggunakan kantong plastik, dan selalu membuang sampah pada tempatnya.

“Makanya peran pemuda hari ini, peran para milenial hari ini untuk dapat mengurangi dampak dari sampah plastik itu bisa kita lakukan mulai dari sekarang, dan mulai dari diri sendiri,” ujarnya, Sabtu (27/04).

Berprilaku hidup sehat, lanjutnya, merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk dapat mengurangi sampah plastik.

Selain tidak membuang sampah sembarangan, dengan selalu menggunakan produk tak berbahan plastik juga merupakan salah satu cara mudah untuk mengurangi sampah plastik.

Terlebih saat ini Pemko Banjarmasin telah mensosialisasikan penggunaan tumbler sebagai pengganti botol air minum kemasan plastik, dan penggunaan bakul purun sebagai pengganti kantong plastik.

Sehingga dapat dikatakan kini pola hidup orang Banjar lebih sehat dan ramah lingkungan. “Jadikan pola hidup sehat, jadikan pola hidup ramah lingkungan sebagai lifestyle, gaya hidup orang banjar itu adalah dengan menggunakan tumbler, dan tidak membuang sampah sembarangan,” jelasnya.

Baca Juga :   DITINJAU Gubernur Muhidin dan Forkopimda PLTU Asam-asam

Kenapa harus mengurangi kantong plastik. Karena bahaya dari penggunaan kantong plastik itu, sangat luas.

Dikatakannya bahaya dari limbah plastik itu tidak hanya menimpa manusia, tetapi juga menimpa hewan yang ada di darat dan di perairan. Itu semua dikarenakan sebuah kantong plastik baru bisa terurai ketika sudah berumur puluhan tahun.

‘’Seekor Ikan paus ditemukan mati di pantai Wakatobi, ketika perutnya dibuka ternyata ada sampah plastik sebanyak hampir 60 kilogram, berupa sandal jempit, sedotan, dan sampah plastik. Jadi sampah plastik memberikan dampak jangka panjang sangat buruk bagi lingkungan,” jelasnya.

Berkaca dari contoh tersebut, pemimpin Bumi Kayuh berharap generasi emas Indonesia hari ini bisa mengambil langkah-langkah strategis untuk menyelamatkan kerusakan lingkungan. “Di tangan kalianlah Indonesia akan ditentukan arahnya,” pungkasnya.

Bahkan dalam kesempatan itu, H Ibnu Sina juga memberikan tumbler kepada tiga mahasiswa yang merespon paparan yang telah ia berikan.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026
SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura
KAPOLDA KALSEL, Gagas Forum Rektor dan “Crisis Center” Atasi Karhutla, Ciptakan Kamtibmas hingga Mendukung Pendidikan Unggul
SINERGI KAMTIBMAS Forkopimda Kalsel bersama Para Pimpinan Perguruan Tinggi, Begini Penekanan Kapolda
KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden
ANCAMAN Asap Karhutla, Kapolsek Banjarmasin Tengah Turun Bagikan Masker
OPERASI PATUH INTAN 2026 Polresta Banjarmasin Kerahkan 85 Personel, ETLE Dioptimalkan
SERATUS PERSONEL BKO Perkuat Penanganan Karhutla di Kalsel, Diterima Kapolda

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca