WAJIB WASPADA Permukiman di Bantaran Sungai

- Penulis

Selasa, 19 Januari 2021 - 11:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SuarIndonesia – Warga Banjarmasin yang tinggal berbatasan dengan Kabupaten tetangga, atau yang bermukim di bantaran sungai mesti waspada.

Pasalnya, genangan air masih tampak meninggi. Bahkan diprediksi bisa berlangsung dua atau tiga hari ke depan.

Dari hasil pantauan awak media, sejak Jumat hingga Senin (18/1/2021) sore, genangan semakin menjadi-jadi. Misalnya di kawasan Jalan Ahmad Yani menuju ke dalam maupun keluar kota.

Mulai dari Kilometer Enam hingga Kilometer Empat, luapan air yang menggenangi jalan nasional tersebut bahkan sudah menyentuh lutut orang dewasa.

Tidak sedikit kendaraan bermotor yang melintas malah mengalami kemogokan.

Kemudian, di sepanjang ruas jalan tersebut, juga terlihat sempat mengalami kemacetan karena adanya luapan air.

Kemudian, di kawasan gang atau kompleks-kompleks di sepanjang ruas jalan tersebut, juga hampir bisa dipastikan, tak ada kawasan yang tak terendam.

Beralih ke tempat lainnya. Yakni di kawasan bantaran sungai, seperti kawasan Sungai Lulut.

Tinggi air sungai bahkan melebihi tinggi ruas jalanan. Tak ayal, kawasan itu juga masih tak ada perubahan kondisi. Hal serupa juga terjadi di kawasan Pemurus Dalam.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala Bidang Sungai di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Hizbul Wathony menegaskan bahwa dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh pihaknya, bahwa kondisi itu diprediksi masih berlangsung hingga dua atau tiga hari ke depan.

Baca Juga :   KASUS "3C", Jajaran Polda Kalsel Amankan Ratusan Tersangka

Menurutnya, hal tersebut terjadi karena bersinggungan langsung dengan kawasan kabupaten tetangga yang lebih dulu terdampak banjir.

“Aliran sungainya kan lewat situ, jadi menghabiskan air di hulu dulu. Kalau sudah normal, baru bisa surut. Ambil contoh, kawasan Sungai Lulut. Kemudian, sungai di kawasan Pemurus,” jelasnya, ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Kondisi yang cukup berbeda terjadi di kawasan Jalan Hasan Basri. Sebelumnya kawasan tersebut digenangi air yang banyak mengakibatkan banyak sepeda motor mogok.

Namun saat ini genangan yang terjadi tepat di depan pagar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) tersebut tak lagi parah.

Menanggapi hal itu, pria dengan sapaan Thony ini menjelaskan, bahwa Pasukan Turbo telah digerakkan di kawasan itu.

“Kamis dan Jumat, kami turunkan Pasukan Turbo. Menurut mereka, memang ada sumbatan-sumbatan. Salah satunya di kawasan Sungai Kidaung. Ketika sumbatan dibenahi, air yang sebelumnya menggenang parah pun jadi bisa lekas surut,” tutupnya.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026
SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura
KAPOLDA KALSEL, Gagas Forum Rektor dan “Crisis Center” Atasi Karhutla, Ciptakan Kamtibmas hingga Mendukung Pendidikan Unggul
SINERGI KAMTIBMAS Forkopimda Kalsel bersama Para Pimpinan Perguruan Tinggi, Begini Penekanan Kapolda
KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden
ANCAMAN Asap Karhutla, Kapolsek Banjarmasin Tengah Turun Bagikan Masker
OPERASI PATUH INTAN 2026 Polresta Banjarmasin Kerahkan 85 Personel, ETLE Dioptimalkan
SERATUS PERSONEL BKO Perkuat Penanganan Karhutla di Kalsel, Diterima Kapolda

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca