Suarindonesia – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Wahyudin menjelaskan, dari tanggal 1 sampai dengan 18 Agustus titik hotspot berjumlah 237.
Hotspot terbanyak di Kabupaten Tapin dengan jumlah 90, diikuti Hulu Sungai Selatan 45 hotspot, dan Kabupaten Banjar 31 hotspot.
“Banjarbaru dan Banjarmasin titik panas masih nihil, ” ujar Wahyudin.
Dikatakan Wahyudin, di kawasan Banjarbaru yang cukup besar kejadian kebakaran lahan seluas 95 hektare. Kejadian kebakaran lahan terluas terjadi di Tanah Laut, seluas 133 hektare.
” Banjarbaru di urutan ke dua, diikuti Tapin seluas 52 hektare dan Hulu Sungai Selatan 49 hektare,” ujarnya.
Ia menambahkan, sampai dengan saat ini jumlah kejadian lahan terbakar 509 hektare, dan jumlah keseluruhan luas lahan terbakar 1,271.37 hektare.
“Sedangkan jumlah kejadian hutan terbakar 5 hektare dan jumlah keseluruhan luas hutan terbakar 10.25 hektare. Luas hutan terbakar tertinggi di Barito Kualas yaitu 2.25 hektare, ” bebernya. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















