SuarIndonesia – Seorang tokoh sekaligus ustaz di Pulau Laut Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) sentil soal perempuan menjadi pemimpin.
“Bukan tanpa alasan, namun selaras dengan aturan atau pandangan agama Islam,” sampai Ustaz Supriadi S Pd I.
Menurut ustaz yang bermukim di bagian barat Pulau Laut ini, perihal tidak dianjurkannya daerah ataupun negara dipimpin oleh seorang perempuan juga sesuai dengan pandangan mayoritas ulama ahlus sunnah wal jamaah.
Bahkan, ustaz Supriadi mengenai hal ini juga mengupas sebuah hadits nabi yang berisi peringatan keras tidak dianjurkannya wanita memimpin.
“Intinya, menurut pandangan pribadi saya, tidak memilih pemimpin seorang perempuan,” tegasnya.
Selain hadits, ustaz juga membeber terang dalil dari segi fikih Islam. Meski begitu, ia juga mengibaratkan pemimpin seorang perempuan itu sebenarnya boleh, namun itu jika kondisinya semua masyarakatnya adalah perempuan.
“Dalam salat saja, tidak dianjurkan perempuan menjadi imam, kecuali makmumnya perempuan juga,” katanya, Minggu (16/9/2024).
“Maka samalah pemimpin juga. Jadi, kalau masih ada calonnya yang laki-laki maka diprioritaskan dan diharuskan memilih yang laki-laki,” tutupnya. (*)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















