SuarIndonesia – Bank Indonesia Perwakilan Kalsel mulai Sabtu menyediakan uang rupiah pecahan tahun emisi 2022 sebesar Rp2,4 miliar yang diedarkan secara bertahap kepada warga Banjarmasin dan Kalsel juga Kalteng baik melalui perbankan maupun mobil Kas Keliling.
BI, Sabtu (20/08/2022) pagi membuka 11 Konter di halaman Kantor BI Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin untuk men sosialisasikan dan mengedarkan uang baru tujuh pecahan uang rupiah kertas tahun emisi 2022.
Pada kesempatan tersebut BI pun membuka dimulainya pelayanan melalui pembukaan kas keliling bersama 10 bank lainnya di Kalimantan Selatan.
Kegiatan yang diselenggarakan di halaman kantor Bank Indonesia di Banjarmasin ini, sejak pagi hingga tengah hari.
Total nilai transaksi uang baru yang terhitung melalui aplikasi sebanyak Rp800 juta berupa uang kertas tahun emisi 2022.
Kepala Perwakilan BI Kalsel Iman Subarkah mengatakan khusus untuk penukaran uang baru ke masyarakat selain di perbankan
ada di tiga lokasi berbeda.

Ketiga lokasi selain masing-masing di konter perbankan, Juga akan dibuka layanan di Pasar Sentra Antasari, Pasar Kuripan dan halaman kantor Bank Indonesia.
“Ini bukan uang khusus seperti Rp75 ribu. Uang ini akan disebarkan ke seluruh pelosok Kalsel sebagai nilai tukar yang sah,” ucap Imam Subarkah usai membuka serimonial kas keliling bersama dan pengenalan uang rupiah baru emisi 2022 di Banjarmasin.
Ia mengungkapkan bahwa uang rupiah baru emisi 2022 dibuat berdasarkan masukan dari masyarakat.
Menurutnya, uang ini sangat sulit dipalsukan lantaran memakai benang pengaman teknologi terkini (microlenses) sebagai best practice internasional.
Di sisi lain, BI juga melakukan penguatan teknologi tinta berubah warna dengan menambahkan fitur magnetic link sehingga memiliki efek gerak dinamis pada pecahan besar (OVMI) sebagai best practice internasional.

Kemudian, BI melakukan penguatan unsur pengaman ultraviolet (UV) dengan perluasan sebaran luas area UV dan keragaman warna.
Selanjutnya, BI meningkatkan kontras warna antarpecahan uang agar semakin mudah dibedakan.
Terakhir, BI melakukan standarisasi desain dan tata letak unsur pengamanan serta meningkatkan selisih ukuran panjang antarpecahan dari 2 mm menjadi 5 mm.
“Penggunaan teknologi coating untuk melindungi tinta agar tidak cepat pudar pada pecahan kecil Rp5.000, Rp2.000 dan Rp1.000 akan menambah lama masa peredaran pecahan uang tersebut,” tutupnya.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















