TUNTASKAN Tugas di Afrika Tengah, Sempat Kontak Senjata dari Subuh Sampai Malam

- Penulis

Selasa, 26 Oktober 2021 - 00:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Enam personel jajaran Polda Kalsel tunaikan tugas di Afrika Tengah, setelah lebih dari satu tahun menjalankan tugas dalam misi perdamaian dan stabilisasi keamanan, dan lengkap personel Polri di Polres Jajaran Polda Kalsel ini kembali ke tanah air.

Mereka Iptu Andi Kohar, Ipda Sardi Abdul Karim, Aipda Imam Syafi’i, Aipda Irawan Yudha Pratama, Aipda Eko Budi Nuryanto dan Bripka Zelly Indra Cokki Sutrabon Tobing.

Ketika di Mapolda Kalsel,Senin (25/10/2021), mereka tanpak mengenakan seragam abu-abu muda, baret biru dan sepatu coklat khas pasukan perdamaian Polri.

Rawut muka ceria, lega, bahagia dan bangga. Tugas mereka dalam misi tersebut telah berakhir dan kembali ke Tanah Air pada Minggu (12/9/2021) setelah melakukan penerbangan selama 26 jam disertai dua kali transit untuk kembali ke Indonesia.

Meskipun, dua di antaranya yaitu Ipda Sardi dan Aipda Yudha, harus kembali lebih akhir yaitu di Bulan Oktober 2021 karena berperan sebagai mentor bagi personel kontingen pengganti yang melanjutkan tugas mereka.

Dari keterangan, mereka tergabung dalam Formed Police Unit (FPU) Kontingen Indonesia pada misi yang dilaksanakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Afrika Tengah itu dapat menyelesaikan tugas dengan baik.

Misi yang diemban yaitu United Nation Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA).

“Iyalah, tentu sangat senang, lega dan bersyukur tentunya sudah kembali ke Tanah Air, berkumpul sama keluarga,” ucap Iptu Andi.

Tak hanya keluarga, kerabat terdekat juga menjadi pengobat rindu yang sangat dirasakan selama bertugas jauh dari kampung halaman.

”Setelah menjalani tugas di negara konflik seperti Republik Afrika Tengah, rasa bersyukur karena lahir dan hidup sebagai Warga Negara Indonesia sangat dirasakan,” tambah Ipda Sardi dan Aipda Yudha.

“Bagaimanapun di Indonesia, jauh lebih sulit di sana.
Jauh sekali perbandingannya dan untuk mendapatkan air bersih saja warga di sana kesulitan dan harus mengandalkan pembagian air dari kontingen-kontingen FPU,” terangnya.

Belum lagi kondisi geopolitik di sana yang membuat negara tersebut dikategorikan sebagai zona merah dari segi keamanan.

Baca Juga :   CHINA OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara, Sukses Pertahankan Gelar!

Selama satu tahun bertugas di Republik Afrika Tengah yang tensi keamanannya memanas akibat konflik sara dan politik, FPU Kontingen Indonesia sempat mengalami dua konflik bersenjata yang intens dengan kelompok separatis di negara tersebut.

Kontak senjata yang intens dengan kelompok separatis yang disebut Seleka dan Anti Balaka itu terjadi pada Bulan Januari dan Maret Tahun 2021.

“Kontak senjata itu berlangsung lama dari subuh sampai malam hari.
Setelahnya diberlakukan jam malam dan tidak boleh ada aktivitas warga sipil sama sekali.

Penerbangan pun hanya penerbangan militer yang dibolehkan. Jadi suasana sangat tegang waktu itu,” tambah Iptu Andi.

Meski bersyukur tak ada Anggota FPU Kontingen Indonesia yang gugur, namun sejumlah Anggota FPU dari kontingen negara lainnya kata dia ada yang menjadi korban dari kontak senjata tersebut.

Dijelaskan Iptu Andi, menjadi kebanggaan pula bagi FPU Kontingen Indonesia karena selama menjalankan misi tersebut, rekanannya sesama Anggota Polri di Polres Jajaran Polda Kalsel yang berpangkat bintara seluruhnya mendapatkan pangkat tituler sebagai perwira karena jabatan dan tugasnya selama misi tersebut.

“Ini sangat membanggakan, karena tidak semua anggota FPU Kontingen yang mendapatkan pangkat tituler,” ucap Iptu Andi Kohar (ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura
BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi
DIGRATISKAN 19 LAYANAN Pencatatan Hak Cipta
BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum
KAPOLDA KALSEL, Gagas Forum Rektor dan “Crisis Center” Atasi Karhutla, Ciptakan Kamtibmas hingga Mendukung Pendidikan Unggul
SINERGI KAMTIBMAS Forkopimda Kalsel bersama Para Pimpinan Perguruan Tinggi, Begini Penekanan Kapolda
KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden
ANCAMAN Asap Karhutla, Kapolsek Banjarmasin Tengah Turun Bagikan Masker

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:19

KAPOLDA KALSEL, Gagas Forum Rektor dan “Crisis Center” Atasi Karhutla, Ciptakan Kamtibmas hingga Mendukung Pendidikan Unggul

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:57

ANCAMAN Asap Karhutla, Kapolsek Banjarmasin Tengah Turun Bagikan Masker

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:50

OPERASI PATUH INTAN 2026 Polresta Banjarmasin Kerahkan 85 Personel, ETLE Dioptimalkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:39

SERATUS PERSONEL BKO Perkuat Penanganan Karhutla di Kalsel, Diterima Kapolda

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:29

HUJAN di Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang dan Angin Kencang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:14

MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla

Berita Terbaru

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (26/10/2026). (Foto: Antara/Laily Rahmawaty)

Hukum

DIGRATISKAN 19 LAYANAN Pencatatan Hak Cipta

Senin, 26 Okt 2026 - 20:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca