SuarIndonesia – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Hj. Syarifah Rugayah, S.E. menyampaikan tingginya potensi konflik, merupakan konsekuensi dari kehidupan masyarakat yang majemuk seperti Indonesia.
Alih-alih hanya sekedar disadari atau dihindari, jauh lebih penting agar konflik-konflik tersebut dihadapi dan ditangani.
“Kita sebagai bangsa yang majemuk, beragam, ada 740 suku dengan beragam bangsa.
Tentunya akan rawan konflik. Setelah adanya konflik, bisa saja ikatan bangsa kita semakin erat, asalkan kita mau belajar dari konflik yang telah terjadi,” ucap Syarifah Rugayah.
Itu pada Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila di Desa Penyambaran, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar. Selasa (14/2/2023)
Syarifah Rugayah mengajak masyarakat cara mengatasi konflik, dengan membangun masyarakat bhinneka yang menjaga persatuan, mewujudkannya, yakni berkomunikasi adalah cara ampuh untuk menjaga solidaritas masyarakat
“Komunikasi antar warga dapat menyempurnakan cara pandang kita. Bagaimana mengelola perbedaan agar menjadi hal yang produktif, gotong royong dan saling membantu.
Pentingnya menyeragamkan cara pandang agar seiring dengan tujuan bersama.” kata politisi Golkar.
Dirinya menginginkan masyarakat dapat menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Yaitu nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan untuk mencapai keseragaman dalam keberagaman. (*/HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















