TIGA TKA Ditemukan Tak Bernyawa di Pertambangan Batubara Bawah Tanah di Kotabaru

- Penulis

Rabu, 15 Maret 2023 - 01:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi perusahaan pertambangan batubara dengan sistem underground (bawah tanah)

Foto Ilustrasi perusahaan pertambangan batubara dengan sistem underground (bawah tanah)

SuarIndonesia – Tiga orang TKA (Tenaga Kerja Asing) ditemukan tak bernyawa akibat kecelakaan kerja di PT SDE (Sumber Daya Energi) Qinfa.

Ketiganya dilaporkan meninggal dunia diduga akibat keracunan gas. Korban, Xuecen Tiang (41), Lizie Day (45) dan Jinxiang Yao (51).

Mereka, merupakan karyawan di perusahaan pertambangan batubara dengan sistem underground (bawah tanah).

Dan sempat pertolongan oleh pihak perusahaan dengan membawa ke Klinik Suaka Insan, Desa Magalau Hulu, Kecamatan Kelumpang Barat, Kabupaten Kotabaru.

Namun dinyatakan sudah meninggal dunia dengan indikasi keracunan gas beracun, dan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Husada Kabupaten Tanah Bumbu.

Sementara Kapolres Kotabaru AKBP HM Gafur Aditya Siregar,  membenarkan tiga pekerja TKA di PT SDE Desa Magalau Hulu Kecamatan Kelumpang Barat meninggal dunia pada Senin (13/3).

“Akan kami proses secara profesional,” ungkapnya kapolres, seperti dikutip redkal.com.

Ia katakan, kejadian masih dalam proses penyidikan belum bisa disimpulkan apakah masuk dalam laka kerja atau mungkin ada yang lain-lain, semua masih dalam proses penyelidikan.

“Karena itu menyangkut tenaga kerja asing maka ditangani oleh Polda Kalsel.

Sekarang ini ketiga mayat korban sudah dikirim ke Polda Kalsel untuk dilakukan autopsi forensik, jadi itu laka atau apapun kita tunggu dari hasil otopsi forensik,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kotabaru, AKP Abdul Jalil mengatakan ketiga korban diketahui pekerja di perusahaan SDE sebagai Underground Mining Spesialis dan Project Manager.

Sekitar pukul 01.00 wita ketiga karyawan perusahaan tersebut mengalami lemas dan tidak sadarkan diri di lokasi terowongan.

Kemudian pihak perusahaan melakukan pertolongan dengan membawa korban menuju Klinik Suaka Insan Desa Magalau Hulu.

Baca Juga :   WARGA SIDODADI Dukung Hj. Lisa - Wartono, Jurkam: Jangan Pilih Kotak Kosong !

“Dari hasil pemeriksaan oleh Nakes Klinik Suaka Insan Korban dinyatakan sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan indikasi keracunan.

Selanjutnya sekitar pukul 02.30 wita korban dirujuk ke RS Husada Tanah Bumbu,” ungkap Abdul Jalil.

Sementara itu, Kadis Ketenagakerjaan dan Transmigrasi kabupaten Kotabaru Sugiannor mengatakan, yang dikhawatirkan ternyata memang terjadi.

“Masalah K3 ini PT. SDE Qinfa Mining paling susah, sangat tidak memenuhi syarat, itu ada laporan tentang safety di sana yang tidak dilaksanakan sesuai prosedur,” ucap Sugiannor

Terakhir pengurus Kadin juga melaporkan tentang kegiatan pekerja yang di sana mengoperasikan alat berat tanpa pelindung.

“Jadi ini akan kita evaluasi ulang. Kalau memang ada unsur kesengajaan bisa ditindaklanjuti dan dipidanakan karena kelalaian,” katanya.

“Jadi pegawai pengawas kita minta mengevaluasi, mengaudit K3-nya.

Kalau memang mereka lalai dalam pelaksanaan K3, tidak melindungi karyawannya KTT-nya kan bisa diproses, ini tantangan buat kita selalu Disnakertrans Kabupaten Kotabaru,” jelasnya.

Karena susahnya kita memberikan masukan karena melakukan komunikasi dengan SDE ini sangat susah.

Kecelakaan kerja inipun tidak dilaporkan ke kita sampai hari ini dan itu sudah melanggar ketentuan.

“Sebenarnya dalam 1×24 jam setiap kecelakaan kerja wajib dilaporkan ke Dinas Ketenagakerjaan baik laporan melalui via WhatsApp maupun secara resmi,” kata Sugiannor.

Sementara Kabid Humas Polda Kalsel, M Rifa’i, menyatakan kalau pemeriksaan jenazah kini dilakukan tim Polda Kalsel. (*/ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TERUNGKAP MOTIF Kasus Pembunuhan di Surgi Muft Banjarmasin, Begini Pengakuan Pelaku
KEBIJAKAN WFH tak Berlaku di Pemprov Kalsel, Begini Pertimbangannya
BURON NARKOBA “The Doctor” Diperiksa Bareskrim
PERKUAT PENGAMANAN Jelang Laga Barito Putra Vs PSS Sleman Lewat FGD Bersama Suporter
TIM SAR Temukan Dua Korban Jatuh dari Kapal di Sungai Barito
KO ANDRE ‘The Doctor” Ditangkap Bareskrim
MELEDAK Jaringan Listirk di Jalan Kuripan Banjarmasin
PELESTARIAN BUDAYA BANJAR Terus Tumbuh Melalui UMKM dari Tangan-tangan Anggota Persit KCK XXVII Kotabaru

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 00:22

BURON NARKOBA “The Doctor” Diperiksa Bareskrim

Senin, 6 April 2026 - 20:40

KO ANDRE ‘The Doctor” Ditangkap Bareskrim

Senin, 6 April 2026 - 20:25

PEMERINTAH tak Akan Naikkan Harga BBM Subsidi Sepanjang Tahun 2026

Senin, 6 April 2026 - 18:10

PELESTARIAN BUDAYA BANJAR Terus Tumbuh Melalui UMKM dari Tangan-tangan Anggota Persit KCK XXVII Kotabaru

Minggu, 5 April 2026 - 22:10

JK BANTAH TUDINGAN Danai Pihak-pihak Persoalkan Ijazah Jokowi

Minggu, 5 April 2026 - 22:02

MENTAN AMRAN: Stok Beras RI Stabil 4,5 Juta Ton

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Jumat, 3 April 2026 - 15:07

SOROTI Dampak PNP, DPRD Kalsel Dorong Pendataan Lebih Ketat

Berita Terbaru

Buron pemasok sabu-sabu Andre Fernando alias Charlie alias

Hukum

BURON NARKOBA “The Doctor” Diperiksa Bareskrim

Selasa, 7 Apr 2026 - 00:22

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca