Terindetifikasi 6 Bencana Sering Terjadi di Kalsel

- Penulis

Jumat, 3 Mei 2019 - 00:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Wahyuddin menambahkan, dari 12 jenis bencana di Indonesia, di Kalsel terindetifikasi hanya enam bencana yang sering terjadi.

Di antaranya, kebakaran permukiman, kebakaran hutan dan lahan, puting beliung, banjir, kekeringan, dan adanya gelombang pasang (Banjir).

Dari enam jenis bencana di Kalsel itu, mayoritas yang terjadi kebakaran pemukiman sehingga menyebabkan Kalsel mempunyai satuan pemadaman kebakaran swasta terbanyak di Indonesia bahkan di Asia.

Peranan masyarakat dalam penanggulangan kebencanaan di Kalsel sangat terasa.

“Tinggal pembinaan-pembinaan. Nah pembinaan yang dilakukan Pemerintah Provinsi salah satunya yakni dengan membentuk forum pengurangan resiko bencana yang dilakukan saat ini,” kata pria yang akrap disapa Ujud ini.

Dijelaskan Wahyuddin, Forum ini adalah kumpulan dari berbagai latar belakang organisasi, baik dari dunia usaha, perguruan tinggi, media masa dan Organisasi masyarakat dihimpun dijadikan satu forum agar masyarakat faham tentang kebencanaan di Kalsel.

“Kepada kawan kawan dari dunia usaha dan maupun dari swasta lainnya kalau mau melakukan kegiatan penanggulangan bencana untuk mengurangi bencana  nanti bisa berkoordinasi di forum ini agar kegiatan bisa dilaksanakan secara efektif dan efisien,” kata mantan Cartaker Bupati Tanah Bumbu itu.

Masih menurut Wahyuddin, bencana alam yang terjadi di Kalsel, sampai saat ini sudah dilaporkan berjumlah 1300 kejadian bencana.

Paling banyak adalah kejadian kebakaran pemukiman, dan disusul puting beliung. Untuk banjir sangat jauh berkurang yang mana menenggelamkan rumah penduduk itu bisa diantisipasi.

Baca Juga :   PRESIDEN PRABOWO Terima Pengunduran Diri Sahbirin Noor sebagai Gubernur Kalsel

Kalau pun banjir yang saat ini terjadi di perkotaan itu disebabkan karena drainase yang kurang lancar.

“Untuk Banjir, kita sudah memasang e warning sistem. Jika di Hulu terjadi hujan lebat dan ada tanda air meningkat, maka ini akan segera diantisipasi oleh petugas yang diinfokan ke warga. Ini termasuk mencegah resiko kebencanaan,” kata Wahyuddin.

Dijelaskan Wahyuddin, secara umum kebencanaan di Kalsel relatif lebih ringan jika dibandingkan dengan daerah lain.

Meski pun di tahun ini ada kejadian longsor yang memakan korban semisal di Longsor di Pendulangan Intan Cempaka dilaporkan sebanyak lima korban meninggal dan Longsor di Pulau Sembilan sebanyak dua korban meninggal.

Sementara itu, peranan pihak swasta baik itu organisasi kemasyaratan,  pemadam kebakaran, dan selainnya turut dilibatkan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana lainnya. Melalui Forum Penanggulangan Bencana Daerah, hampir semua pemangku kepentingan dilibatkan.

Sekda Provinsi Kalimantan Selatan, H Abdul Haris Makkie mengatakan, peranan pemerintah saja tidak cukup untuk mengatasi bencana, sehingga perlu ditambah dari sektor swasta untuk pengurangan resiko kebencanaan.

“Pastinya ini baik dibentuknya forum ini. Dengan harapan pengurangan resiko kebencanaan di Kalsel akan semakin maksimal,” katanya usai membuka Musyawarah Daerah (Musda) Forum Penanggulangan Bencana Daerah di ruang rapat Aberani Sulaiman Setdaprov Kalsel,  Kamis (2/5). (RW)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI
DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar
PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong
AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin
UNISKA MAB Tambah Guru Besar, Rektor Zainul Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor ke-17
DISERAHKAN SK PENETAPAN dari DPP untuk Kepengurusan DPD PAN se-Kalsel
NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer
HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Kamis, 2 April 2026 - 22:15

DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar

Kamis, 2 April 2026 - 21:58

PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong

Kamis, 2 April 2026 - 21:41

AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin

Kamis, 2 April 2026 - 21:22

UNISKA MAB Tambah Guru Besar, Rektor Zainul Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor ke-17

Kamis, 2 April 2026 - 16:22

NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer

Kamis, 2 April 2026 - 13:08

HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI

Rabu, 1 April 2026 - 23:53

DUA PEMAIN SABU Disergap Polisi, Sempat Membuang Barang Bukti

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca