TERCECER, Data Pasien Sembuh di Banjarmasin Tak Sesuai Fakta

- Penulis

Kamis, 11 Juni 2020 - 21:56

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Perkembangan data kasus CoVID-19 atau virus corona terus disampaikan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin setiap harinya. Informasi ini disuguhkan melalui media sosial dinas kesehatan ataupun website resmi CoVID – 19.

Update kasus ini dipublikasikan ke publik. Dari jumlah terkonfirmasi positif, sembuh, meninggal, pasien dalam pemeriksaan (PDP), orang dalam pemantauan (OTG), hingga orang tanpa gejala (OTG) terus disampaikan. Tujuannya tak lain untuk transparansi informasi.

Jumlahnya kasus di Banjarmasin memang terus meningkat setiap harinya. Ambil contoh pada kemarin, Kamis (11/06/2020). Jumlah pasien yang terkonfirmasi positif sebanyak 775 kasus. Dengan rincian 635 dirawat, 37 sembuh, 89 meninggal, dan 14 di luar wilayah.

Namun yang menjadi masalah, rupanya informasi yang disuguhkan itu tak semuanya benar. Ada beberapa informasi yang disampaikan tak secara utuh, dalam artian tak sesuai fakta. Khususnya untuk pasien sembuh.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin Machli Riyadi mengatakan bahwa jumlah pasien sembuh sebenarnya lebih banyak dari data yang disuguhkan. Artinya ada beberapa data yang tercecer dan tak terpublikasi.

Machli menduga, hal ini disebabkan mereka tak menerima data secara langsung dari pihak rumah sakit rujukan yang menangani pasien, khususnya di bawah naungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan.

“Karena selama ini barangkali yang aktif informasi yang meninggal, sementara data sembuh informasinya tak begitu aktif. Ini yang perlu diperbaiki. Bahasanya kurang terpublikasi, sebenarnya yang sembuh juga banyak,” bebernya.

Baca Juga :   TAHUN 2025, Bank Kalsel Hadirkan Empat Produk Baru

Machli pun mengaku sering mengetahui terkait pemulangan pasien yang sembuh di rumah sakit rujukan seperti RSUD Ulin maupun Ansyari Saleh. akan tetapi yang ia sesalkan informasi itu tak disampaikan langsung.

“Sebenarnya banyak yang sembuh. Hari ini yang dipulangkan ada tiga. Kemarin (Rabu,red) di Ansyari Saleh memulangkan empat,” katanya yang juga menjabat sebagai Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Banjarmasin.

Machli menyadari bahwa rumah sakit seperti Ulin maupun Ansyari Saleh memang milik Pemprov, sehingga laporan hanya disampaikan ke sana. Akan tetapi ujar Machli, Pemko sebagai pemilik wilayah juga harusnya mendapatkan informasi yang sama.

“Karena kami di kota tak bisa intervensi ke rumah sakit milik provinsi, Ulin dan Ansari Saleh mereka laporan ke provinsi. Yang kami inginkan rumah sakit yang ada di Banjarmasin melaporkan juga ke Dinkes Kota,” katanya.

Sistem informasi inilah yang dimaksud Machli harus diperbaiki. Lantas siapa yang harus memperbaikinya? Machli menyebut tentunya pemilik rumah sakit dalam hal ini, yakni Pemprov.

“Mestinya Kadinkes provinsi meminta ke rumah sakit tadi juga menyampaikan ke pemko. Dan ini sudah kami sampaikan permintaan ini sebetulnya,” pungkasnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KINERJA POSITIF BTN-BSN Banjarmasin, Kepercayaan Masyarakat Terus Meningkat Tercermin Pertumbuhan DPK dan Sektor Perumahan
KAKEK TUKANG PIJAT Ditemukan Tak Bernyawa di Bawah Pohon dengan Wajah Berlumur Darah
KALSEL WASPADA ! Tercatat Secara Nasional 3.609 Titik Panas, Kementerian LH Bentuk Satgas Pencegahan Karhutla
GAGAL BERANGKAT Tiga CJH Koloter Pertama Embarkasi Banjarmasin, Satu Meninggal Dunia
DITERBANGKAN 360 CJH Kloter Pertama Embarkasi Banjarmasin, Anggota DPRD Kalsel Ikuti Melepas
CATATAN BPK Belasan Izin Tambang di Kalsel Wewenang Pusat dan Provinsi
PERISTIWA TEWASNYA NENEK Diungkap Polisi Kronologi Kecelakaan
RATUSAN PAKET SABU Disita Satresnarkoba Polresta Banjarmasin dari Warga Teluk Dalam

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 19:44

BANDARA Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam Layani Haji

Jumat, 24 April 2026 - 19:26

KINERJA POSITIF BTN-BSN Banjarmasin, Kepercayaan Masyarakat Terus Meningkat Tercermin Pertumbuhan DPK dan Sektor Perumahan

Jumat, 24 April 2026 - 18:34

KAKEK TUKANG PIJAT Ditemukan Tak Bernyawa di Bawah Pohon dengan Wajah Berlumur Darah

Jumat, 24 April 2026 - 13:58

LENGKAPI FASILITAS Penunjang Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Dialokasikan 5 Miliar

Jumat, 24 April 2026 - 13:45

GAGAL BERANGKAT Tiga CJH Koloter Pertama Embarkasi Banjarmasin, Satu Meninggal Dunia

Jumat, 24 April 2026 - 13:27

DITERBANGKAN 360 CJH Kloter Pertama Embarkasi Banjarmasin, Anggota DPRD Kalsel Ikuti Melepas

Kamis, 23 April 2026 - 22:48

CATATAN BPK Belasan Izin Tambang di Kalsel Wewenang Pusat dan Provinsi

Kamis, 23 April 2026 - 21:47

PERISTIWA TEWASNYA NENEK Diungkap Polisi Kronologi Kecelakaan

Berita Terbaru

Jemaah calon haji saat berada di Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarbaru, Kalsel, untuk keberangkatan kloter pertama pada Jumat (24/4/2026) dini hari. (Foto: Antara/Firman)

Bisnis

BANDARA Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam Layani Haji

Jumat, 24 Apr 2026 - 19:44

Iffa Rosita, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. (Foto: Humas OIKN)

Politik

PEMILU 2029, KPU Siapkan Dapil Khusus IKN

Jumat, 24 Apr 2026 - 19:37

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca