TERBATAS Gadget Siswa, Alasan Penilaian Tengah Semester Tatap Muka Digelar

Bagikan :
TERBATAS Gadget Siswa, Alasan Penilaian Tengah Semester Tatap Muka Digelar

SuarIndonesia – Tidak semua siswa memiliki gadget yang mumpuni untuk penyelenggaraan ujian daring menjadi alasan utama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin menerbitkan izin digelarnya Penilaian Tengah Semester (PTS) secara tatap muka di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Karena di Banjarmasin tak semua anak mempunyai prasarana yang bisa mendukung PTS secara daring, sehingga repot nanti kalau beberapa siswa kesulitan dan tidak bisa ikut ujian, dan syukur diizinkan Pak Wali Kota,” ucap untuk Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto,” Kamis (16/09/2021).

Menurutnya, pihak sekolah pun juga tidak memaksakan siswanya untuk ikut PTS secara tatap muka. Sehingga jika ada orangtua yang tidak mengizinkan anaknya hadir ke sekolah, maka masih bisa ikut PTS secara daring.

Namun dengan syarat menyediakan prasarana yang sesuai ketentuan penilaian seperti adanya kamera depan belakang saat dimulainya PTS.

“Karena mereka yang daring ini harus mengerjakan soal secara bersamaan, supaya bisa dipastikan hasil ujian mereka tersebut merupakan hasil kerja mereka sendiri,” jelasnya.

Kemudian, berdasarkan informasi yang diperoleh Disdik, hampir seluruh siswa di jenjang pendidikan SMP mengikuti proses PTS secara tatap muka di sekolah yang dimulai dari 15 hingga 27 September 2021.

“Di SMP Negeri 24 ini saja sudah 90 persen lebih siswa ikut PTS di sekolah, hanya beberapa siswa yang tidak ikut,” pungkasnya.

Kepala SMP Negeri 24 Banjarmasin, Syahrida menjelaskan bahwa tidak ada kendala berarti selama dua hari pelaksanaan PTS secara tatap muka kali ini.

“Alhamdulillah lancar, paling kendala cuaca yang membuat siswa datang terlambat ke sekolah,” ungkapnya.

Untuk teknisnya sendiri, pihaknya memakai sistem shift yang membagi seluruh siswa di sekolah yang berlokasi di Jalan Teluk Tiram, Kecamatan Banjarmasin Tengah itu dengan tiga sesi.

“Pagi pukul O8.00-10.00 WITA untuk kelas VII, kelas VIII pada pukul 10.30-11.30 WITA kemudian dilanjutkan untuk kelas IX, yang menggunakan 16 rombel,” paparnya.

Benar saja dari pantauan, para siswa terlihat dibariskan di lapangan sekolah terlebih dahulu sebelum memasuki ruangan ujian.

“Mereka masuk bergantian sesuai rombel. Kami semaksimal mungkin menghindari terjadinya kerumunan,” katanya.

Menurutnya, selain ujian secara tatap muka, pihaknya juga menyediakan layanan ujian secara daring dengan persyaratan yang sudah ditentukan.

Karena sebelum dimulainya PTS, pihaknya sudah menyebar edaran kepada masing-masing orangtua siswa. Namun bagi siswa yang tidak bisa mengikuti PTS di sekolah masih bisa dimaklumi dengan alasan sakit atau tidak mendapat izin dari orangtua.

Senada dengan Totok, Syahrida mengatakan, siswa yang memilih ujian secara daring, siswa harus menyediakan kamera depan belakang, memakai seragam sekolah dan mengerjakannya di waktu yang sama atau bersamaan dengan siswa lainnya.

Sedangkan bagi siswa yang sakit, pihaknya mempersilahkan siswa yang bersangkutan untuk beristirahat dan tetap berada di rumah sampai sembuh.

“Mereka (siswa) yang sakit juga diperkenankan untuk mengikuti ujian susulan. Pada intinya kami melayani siswa,” tuntasnya. (SU)

 219 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!