TERBAKAR Kaki dan Leher Lutung ‘Deti’

Bagikan :
TERBAKAR Kaki dan Leher Lutung ‘Deti’

SuarIndonesia — Lutung ‘Deti’ yang berhasil dievakuasi oleh Tim Animal Rescue Banjarmasin, masih terlihat lemah dan tak banyak bergerak di dalam sangkar milik Kebun Binatang Mini (KBM) Jahri Saleh, Banjarmasin.

Nama Deti sendiri merupakan nama pemberian Tim Animal Rescue Banjarmasin, dengan mengambil singkatan lokasi tempat Lutung tersebut dievakuasi, yakni Komplek Dalem Sakti, Handil Bati, Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Kondisi yang dialami hewan primata yang dikenal dengan nama ‘Hirangan’ oleh masyarakat Banjar itu dikarenakan adanya luka bakar di bagian kaki dan lehernya.

Ketua Animal Rescue Banjarmasin, drh Annang Dwijatmiko mengatakan, luka tersebut dikarenakan Deti kesetrum kabel listrik bertegangan tinggi saat ia mencari makan di sekitar pemukiman warga pada Jumat (4/2/2022 %) sore.

Ia menilai, luka bakar yang diderita Deti ini termasuk parah. Pasalnya otot ligamen di kaki bagian kanan Deti putus akibat terbakar.

Selain itu, luka bakar yang melepuh di bagian leher Deti pun terbilang cukup dalam dan parah.

“Makanya ia (Lutung Deti) tidak bisa bangun. Ia hanya bisa terkulai lemah di dahan setelah terlempar akibat kesetrum kemarin,” ucap drh Annang.

Beruntung, setelah berhasil dievakuasi, Deti langsung dibawa Tim Animal Rescue Banjarmasin ke klinik hewan di KBM Jahri Saleh.

Di sana, Deti mendapat perawatan berupa jahitan di bagian tubuh yang terbakar itu. Hal itu dikarenakan kakinya yang tersetrum sobek bahkan otot kakinya putus. Sehingga memerlukan perawatan medis.

“Sudah kita lakukan sedikit tindakan pembedahan atau operasi kecil di bagian kakinya,” ujarnya.

“Sekarang sudah agak mendingan, sudah bisa makan dan gerak. Tapi Deti ini masih dalam pengawasan kita alias akan kita rawat sampai sembuh total sebelum dilepasliarkan,” tambah Annang.

Kendati demikian, ia menuturkan walaupun nantinya luka bakar Deti sudah mulai sembuh, namun pergerakannya masih belum selincah awal akibat otot kakinya yang putus tadi, pihaknya terpaksa melepaskan Deti di sangkar peliharaan KBM Jahri Saleh.

“Kalau tidak sembuh sempurna dan tidak memungkinkan untuk dilepas ke alam lagi, Lutung ini akan kita pelihara di KBM. Daripada dia dilepas dengan kondisi seadanya dan tidak bisa bertahan hidup di alam liar,” tuturnya.

Ia memperkirakan, hewan primata yang termasuk dalam daftar Appendix 2 itu terpisah dari kelompoknya saat mencari makan. Ditambah habitatnya yang sekarang sudah tergerus oleh maraknya pemukiman warga.

Sebelumnya, Anggota Tim Animal Rescue Banjarmasin, Andy Putra menceritakan, bahwa pihaknya mendapat laporan adanya dua ekor lutung yang kesetrum dari warga Komplek Dalem Sakti.

“Tapi hanya satu ekor yang berhasil kita evakuasi, satunya lagi kabur karena luka bekas kesetrumnya tidak separah Deti,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, pihaknya menemui sedikit kendala saat Deti hendak dievakuasi oleh tim yang terjun kelapangan.

“Karena tiba-tiba saja muncul kawanan Lutung yang ingin menyelamatkan Deti. Mereka mengamuk dan sempat ingin menyerang petugas kita yang menjemput Deti di atas pohon. Dan itu sempat membuat warga sekitar takut,” ungkapnya.(SU)

 313 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.