Suarindonesia – Dasar dan bisa diilai wah keterlaluan. Sudah dibesarkan, dididik, malah tega kerjai orangtuanya sendiri.
Si anak yang masih tingkatan bersekolah di SD ini tega dan sudah bisa main ancam, berbohong dengan mengaku diculik, minta tebusan Rp100 juta dan jika tidak dirinya akan tewas.
Itu melalui SMS pesan singkat dan telpon langsung kepada sang orang tuanya, dan akhirnya modus itu dibongkar anggota Resmob Polda Kalsel, Jumat malam (14/6).
Setidaknya, ada dua orang anak digiring ke Mako Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Kalsel.
Direktur Reskrimum Polda Kalsel, Kombes Pol Sofyan Hidayat melalui Kasubdit 3 Jatanras AKBP Afebrianto W, membenarkan diamankanya dua anak itu.
Itu tak lain awalnya terkait dugaan kasus penculikan yang dilaporkan orang tuanya ke Mapolda Kalsel, sekitar dua hari lalu.
Malam itu, anggota di lapangan di bawah komando Kasubdit 3 Jatanras AKBP Afebrianto W dan di lapangan dipimpin Kanit Resmob Iptu Pol Joni Arief, mengamankan dua anak berinisial AR (mengaku diculik) dan HD (temannya), warga Banjarmasin Barat.
Dari keterangan, mereka diamankan saat berada di kawasan Subarjo Tamban Kabupaten Barito Kuala (Batola), tepatnya di rumah bibinya HD bernama Rabiyatul Kabupaten Barito Kuala (Batola).
Masalah adanya ancaman itu sendiri, dilaporkan ayahnya AR bernama M Heri Yadi (50).
Sewaktu itu ayahnya melaporkan peristiwa dugaan penculikan Rabu (12/6) pagi, sekitar pukul 10.00 WITA.
Dimana waktu itu anak-anak masih dalam suasana liburan sekolah, dan AR pamit kepada adiknya untuk bermain sepak bola.
AR dengan menggunakan sepeda motor Suzuki Skydrive Nomor Polisi DA 6402 JD.
Namun AR tak kunjung pulang kerumah sampai malam harinya, keesokan harinya Kamis (13/6), orang tuanya melakukan pencarian ke rumah temannya hingga keluarga.
Bahkan, melakukan pencarian ke rumah sakit yang ada di Kota Banjarmasin, untuk mengetahui secara pasti keberadaan anaknya dan takutnya kecelakaan.
Selanjutnya si ayah AR mendapat telpon dari seluler anaknya dengan suara berbeda sambil mengancam ingin membunuh AR, kalau tidak diberi uang tebusan sebanyak Rp100 juta, sehingga akhirnya melaporkan kasus ini ke Polda Kalsel.
Mendapat laporan tersebut sejumlah anggota langsung bergerak melakukan pencarian terhadap para pelaku penculikan.
Ternyata saat dilakukan penangkapan di rumah bibinya itu, adalah
dua anak dan merekalah yang melakukan pengancaman yaitu AR dan HD
Yakni korban sekaligus dalam otak pemerasan ini, dan keduanya digiring untuk dilakukan pemeriksana lebih lanjut. (DO/ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















