Suarindonesia – Balai Kota Banjarmasin kini mulai berbenah. Setelah rampung bagian atap lobi gedung utama diperbaiki pada 2018 lalu dengan anggaran Rp1,4 miliar kini tangga akses satu-satunya menuju ruang Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin dipercantik.
Perbaikan yang menggunakan anggaran 2019 ini dengan membongkar tangga menuju Aula Kayuh Baimbai, dengan mengganti keramik yang dinilai sudah usang dan selama ini hanya dibalut karpet.
Kepala Bagian Umum Setdako Banjarmasin, Drs Irwan Mirza mengatakan, jika renovasi tangga utama tersebut sudah direncanakan sejak 2018. Akan tetapi, tertunda karena keterbatasan anggaran.
“Jadi keramiknya sudah kusam, karena noda lem karpet yang susah hilang. Lagipula keramiknya juga sudah ketinggalan zaman. Sedang untuk anggarannya saya lupa,“ ucap Irwan Mirza usai mengikuti ujian seleksi pejabat eselon II di lingkungan Pemko Banjarmasin, Rabu (4/4/2019).
Khusus menyinggung soal fasilitas di balai kota, aksesibilitas di perkantoran itu sebenarnya sempat dikritik para kaum difabel. Salah satunya tangga utama tersebut.
Bahkan kaum difabel mengharapkan fasilitas tangga untuk naik ke lantai dua di gedung utama balai kota itu bisa disediakan, dengan membangun lift atau paling tidak eskalator.
Pasalnya, bagi penyandang cacat yang menggunakan kursi roda, mereka merasa kesulitan jika harus naik menggunakan tangga. Hal tersebut sempat disuarakan Konsultan Program Peduli Pilar Disabilitas Asia Foundation, Bahrul. Pada 2018 lalu dia berkunjung ke balai kota untuk bertemu Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina.
Namun karena kurangnya aksesibilitas tangga Bahrul pun tidak bisa naik. Dia akhirnya hanya bisa melakukan pertemuan di ruang sekda yang posisinya berada di lantai dasar.
Menanggapi terkait aksesibilitas tangga tersebut, Irwan mengatakan keinginan para kaum difabel itu sulit diwujudkan. Alasanya karena konstruksi yang dinilai kurang cocok. “Belum memirkirkan ke situ, soalnya konstruksi banguan. Walaupun dibangun untuk disabilitas kan bagaimana. Itu kan tinggi,” ujarnya.
Dia melanjutkan, yang saat ini dilakukan hanya penggantian keramik. Tangga itu nantinya tidak akan dipasangi lagi karpet merah yang awalnya berada di sana.
“Memang harus diganti. Juga sekaligus mempercantik. Karena memang tidak pernah diganti sejak dibangun. Sedang untuk pagar ulin itu tetap, paling cat nanti,” kata Irwan.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















