“Tahun Ini Api yang Dikepung”

“Tahun Ini Api yang Dikepung”

Foto Ilustrasi

Suarindonesia –  Sepanjang tahun 2018 silam, terjadi 946 kali kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan 727 titik panas (hotspot).

Terkait karhutla ini menjadi sorotan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor.

Dalam beberapa kesempatan, ia menyebut karhutla mempengaruhi banyak hal.

Mulai dari kesehatan sampai dengan perekonomian. “Berapa banyak penerbangan yang tertunda karena karhutla, tentu itu merugikan banyak pihak,’’ ujarnya.

Sahbirin menyebut, mengatasi karhutla menjadi PR bersama.

Ia menghendaki, jika sebelumnya Kalsel masih dikepung api, maka tahun ini api yang dikepung.

“Saya yakin kita sebagai manusia makhluk yang berakal, api bukan makhluk yang berakal jadi seharusnya yang mengepung api.

Kecuali mahluk yang berakal membakarnya ini perlu diawasi, semua harus berperan aktif mengatasi karhutla,’’ ujarnya.

Untuk mengatasi karhutla, pria yang akrab disapa Paman Birin ini mengarahkan setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemprov untuk menganggarkan satu mesin pemadam api.

Masin itu, ujarnya, bisa digunakan jika terjadi kebakaran di sekitar kantor yang bersangkutan, sehingga tidak perlu menunggu petugas pemadam datang.

“Saya minta setiap SKPD memiliki mesin dan regu pemadam sendiri.

Boleh dianggarkan, tetapi yang penting jangan dikorupsi, dan harga mesin dan perlengkapan hanya Rp5 juta, saya pikir itu bisa dianggarkan,’’ beber Paman Birin.

Ia menambahkan, jika pemprov ada 50 SKPD maka akan ada 50 mesin dan 50 regu pemadam.

Menurutnya, pemadaman dibantu helikopter tidaklah membanggakan, sebab memerlukan biaya yang tak sedikit.

“Kalau lahan tidak dibiarkan tidur dan digarap dengan baik, maka tidak akan terbakar.

Untuk itu kelola lahan dan manfaatkan lahan tidur, sehingga tidak terbakar,’’ pesannya. (RW)

 204 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: