Sultan ‘Kulunowun’ pada Bupati Batola

Sultan ‘Kulunowun’ pada Bupati Batola
Sultan Haji Khairul Saleh (kiri berbaju batik) sempat bertemu dan bersalaman dengan Bupati Batola Hj Noormiliyani AS, usai menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran.(foto: Rachman/suarindonesia.com)

Suarindonesia – Sultan Banjar Haji Khairul Saleh mengungkapkan keprihatinan dan kepedulian terhadap terjadinya musibah kebakaran di dua desa di Kabupaten Batola.

Kepedulian dan rasa empati diberikan dalam bentuk memberikan bantuan. Menyusul bantuan diberikan kepada korban kebakaran di Desa Simpang Arja Kecamatan Rantau Badauh, kali ini terhadap korban kebakaran di Desa Pendalaman Kecamatan Barambai.

Namun sebelum mengunjungi korban kebakaran, Senin (29-10-2018), Sultan Banjar ‘kulunowun’ atau permisi memasuki wilayah Batola dengan Bupati Batola Hj Noormiliyani AS, di Kantor Bupati Batola di Marabahan.

Bekerjasama dengan RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) Wilayah 03 Batola yang dikomandoi Gajali Rahman dan Kepala Desa Pendalaman Kecamatan Barambai Jaini, Sultan memberikan bantuan kepada para korban musibah kebakaran. “Segala peralatan dan tenda sudah kami siapkan,” kata Ketua RAPI Wilayah 03 Batola.

Sultan Banjar memberikan bantuan sekadarnya untuk meringankan korban kebakaran. Sementara RAPI Wilayah 03 Batola memberikan bantuan pakaian layak pakai sebanyak 7 karung.

Selang beberapa saat kemudian, datang juga Bupati Batola Hj Noormiliyani AS, bersama Ibu-Ibu PKK juga memberikan bantuan.

Sekadar diketahui musibah kebakaran di Desa Pendalaman Kecamatan Rantau Badauh terjadi Sabtu (27-10-2018) pukul 07.30 WITA menghanguskan lima buah rumah yang dihuni 6 kepala keluarga (KK).

Api yang berawal dari rumah kosong cepat menjalar ke rumah tetangga hanya dalam waktu 15 menit menghanguskan lima buah. Warga setempat dibantu siswa Aliyah Negeri 1 Barambai bahu membahu berusaha memadamkan api.

Pasalnya, warga laki-laki dewasa kebanyakan sudah pergi ke sawah. Namun Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) berdatangan dari Marabahan dan berbagai kecamatan hingga berjumlah 8 BPK.

Penyebab diduga berasal darikorsleting listrik. Kerugian diperkirakab ratusan juta rupah, termasuk di antaranya sekitar 500 blej padi.

Bantuan datang dari Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batola.(RA)

 304 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: