SP3 MELAYANG Jika PKL Bandel, Giat Satpol-PP Digencarkan

SuarIndoneaia – Giat penertiban aktivitas berdagang di atas trotoar terus digencarkan oleh jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Banjarmasin.

Pasalnya, Kepala Satpol PP Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin mengatakan, setelah tiga kawasan berhasil ditertibkan dari Pedagang Kaki Lima (PKL) pihaknya kembali mengincar kawasan lain untuk menjalankan hal serupa.

Sebelumnya, penertiban PKL yang berjualan diatas trotoar telah berjalan di tiga kawasan, yakni fi Jl K.S Tubun, Jl Haryono M.T dan Jl Hasan Basry.

Di kawasan Jl Haryono MT, terdapat beberapa pedagang yang bandel alias tidak menghiraukan peringatan Satpol-PP. Alhasil pedagang tersebut terpaksa harus mendapatkan surat cinta SP3 dari Satpol PP.

“Untuk Jl. Haryono M.T sudah tahap SP 3. Kita lihat perkembangannya nanti. Semoga pedagang bisa kooperatif. Termasuk juga di Jl Hasan Basry dan Jl Soetoyo.S. Kita akan terus evaluasi,” ucapnya saat ditemui awak media di Balai Kota, Kamis (4/8/2022) siang.

Ia menekankan, setelah tiga kawasan itu kondusif, pihaknya akan mengincar kawasan lain agar bebas dari PKL.. Yakni kawasan Jl Belitung dan JlVeteran, atau titik lainnya yang menjadi laporan masyarakat maupun masuk di E-Lapor.

“Pada prinsipnya upaya penegakan Perda terkait PKL yang menggunakan bahu jalan atau trotoar dilakukan secara humanis mungkin. Namun tetap tegas,” pungkasnya.

Baca Juga :

SATPOL-PP Fokus Bersihkan Trotoar dari PKL

“Sejauh ini tidak ada perlawanan dari pedagang. Biasa lah kalau ada yang mengeluh memang ada,” sambunganya lagi.

Ia mengakui, bahwa fokus jajarannya terhadap keberadaan PKL sempat teralihkan selama Covid-19 melanda.

Namun setelah Covid-19 mulai melandai, pihaknya kembali memaksimalkan penataan terhadap PKL. Terutama mereka yang berjualan diatas trotoar atau bahkan memakan bahu jalan.

“Akan terus kita awasi lokasi-lokasi yang sudah ditertibkan menjadi prioritas,” tegasnya.

Disinggung apakah ada kerusakan trotoar akibat aktivitas PKL, Muzaiyin menyebut belum ada ditemukan.

Hanya saja, pihaknya menginginkan agar fungsi trotoar bisa dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Yakni untuk pejalan kaki.

“Memang belum ada laporan sampai kerusakan trotoar. Tapi lebih ke penyalahgunaan fungsi yang harusnya untuk pejalan kaki dan untuk keindahan kota,” tuntasnya.

Sekadar diketahui, pelaksanaan PKL yang berjualan diatas trotoar jalan dilakukan Sesuai Operasional Prosedur (SOP).

Mula-mula, bidang Binmas melakukan sosialisasi kepada seluruh pedagang selama beberapa hari.

Selanjutnya, bidang penegakan Perda akan mengeluarkan Surat Peringatan (SP) 1 hingga SP3 kepada seluruh pedagang.

Jika tidak juga diindahkan, baru jajarannya di bidang Tibum melakukan eksekusi, menertibkan para pedagang. (SU)

 111 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!