SETELAH SOROTI Tambang dan Dana Covid Gabungan Massa Forpeban Rabu Mendatang Aksi Lagi, Inilah yang Disuarakan

- Penulis

Jumat, 24 Juli 2020 - 18:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia –Setelah soroti masalah pertambangan liar di Kabupaten Tanah Laut (Tala) dan soal dana untuk percepatan penanggulangan Covid- 19 di banua, gabungan massa dari Forpeban, Rabu (28/7/2020) mendatang, akan aksi lagi.

“Iya kita akan terus melanjutkan aksi Rabu mendatang, dan berharap ini semua bisa diusut pihak terkait,” kata Ketua Lembaga Swadaya Masyatajat (LSM) Forpeban (Forum Rakyat Peduli Bangsa dan Negara), Jumat (24/7/2020).

Dikatakan, itu lanjutan setelah penyampaian aspirasi, Kamis (23/7/2020)  lalu di DPRD Kalsel dan Kejati serta Polda Kalsel.

Massa mengangkat masalah dana di pandemi Covid.19 dan masalah maraknya tambang liar di Kabupaten Tala.

“Medatang bersama LSM  lainya akan kembali menyampaikan aspirasi berkenaan dengan masalah penambangan liar di beberapa kabupaten lain.

Yang diduga juga kepala daerahnya melakukan pembiaran menyebabkan terjadi kerusakan lingkungan dan pencemaran merugikan kehidupan masyarakat,” beber Din Jaya.

Juga lanjutnya akan mengangkat adanya dugaan persekongkolan dalam pelaksanaan proyek lelang untuk memenangkan kelompok dan keroni-keroni-nya terjadi di beberapa kabupaten di Kalsel ini.

“Sehingga merugikan bagi kontraktor lain yang juga ikut lelang,” ucapnya.

Masalah lain, berapa dana untuk pencegahan penyebaran di masa pandemi Covid 19 yang disiapkan.

Dan akan ditanyakan untuk apa saja penggunaannya,” Ini akan kami minta pihak Kejati untuk menelisik,” harapnya.

Karena dana begitu banyak digelontorkan, baik untuk Kota Banjarmasin dan Provinsi Kalsel, namun hasilnya, yang kena virus bukannya berkurang.

Namun makin bertambah Setiap hari.. Bahkan sudah lebih 5.000 orang terjangkit Virus Corona.

Baca Juga :   BAWASLU Banjarmasin-Media Kawal Pengawasan Pilkada 2024

“Ini diduga penanganan tidak maksimal dan tidak terkoordinasi dengan baik,” ucap Din Jaya lagi.

Sebelumnya, massa Din Jaya dan Aliansyah, di hadapan pejabat Kejaksaan Tinggi (Kejati Kalsel mempertanyakan dana yang digelontorkan ratusan miliar rupiah,  sementara jumlah penderita virus Corona makin bertambah di banua ini.

Selain itu, adanya pasien yang masuk rumah sakit karena masih diragukan kepositifannya terpapar virus Corona.

Sementara oleh rumah sakit langsung diisolasi seolah-olah pasien penderita virus.

“Ini membuat kami curiga kenapa rumah sakit berbuat demikian, apa hanya untuk mendapatkan dana dari pemerintah yang menggelontorkan,’’ tegas Din Jaya ketika itu.

“Sementara untuk melaksanakan tes rapid, penderita harus bayar, kemana dana pemerintah untuk penanggulangan Covid tersebut,” ujarnya lagi.

Juga dipertanyaakan pengeluaran tim gugus perecepatan penanggulangan Covid-19 baik di provinsi maupun di kota Banjarmasin.

Pihaknya mendukung sepenuhnya usaha kejaksaan untuk menelisik.

Sementara Aliansyah menyoroti masalah korupsi yang ada di banua, dan berharap kejaksaan menangkap para koruptor yang masih berkeliaran

“Kami mendesak wakil rakyat dan penegak hukum memanggil Bupati Tanah Laut, karena diduga melakukan pembiaran tambang ilegal di daerahnya.

Berakibat banjir besar melanda di Tala. Itu banjir terbesar dalam 30 tahun terakhir,” ujar Aliansyah, Koordinator aksi yang juga Ketua Kelompok Pemerhati Kinerja Aparatur Pemerintah dan Perlemen (KPKAPP) Kalsel ketika itu. (ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

RATUSAN SOPIR TRUK dengan Armadanya Bereaksi, Dugaan BBM Biosolar Dilarikan ke Perusahaan Tambang di Kalsel
MASSA “SERBU” Kantor Gubernur Kalsel soal Distribusi-Pengawasan BBM Subsidi dan Keterbukaan Data Pertamina
TERDAKWA Pecatan Polisi, Pembunuh Mahasiswi ULM “Lolos” dari Hukuman Lebih Berat
AKSI MASSA di Gedung DPRD Kalsel, Soroti MBG dan Nasib Guru Honorer
HEBOHKAN DUGAAN PEREKAMAN Diam-diam di Toilet Pasar Sentra Antasari
DIPERCEPAT Penyelesaian dan Penetapan Batas 1.871 Desa di Kalsel
DITERAPKAN Transaksi Nontunai di Seluruh Desa Kalsel
LINDUNGI GAGAL PANEN, 6.740 Hektare Pertanian Diasuransikan

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:58

RATUSAN SOPIR TRUK dengan Armadanya Bereaksi, Dugaan BBM Biosolar Dilarikan ke Perusahaan Tambang di Kalsel

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:52

MASSA “SERBU” Kantor Gubernur Kalsel soal Distribusi-Pengawasan BBM Subsidi dan Keterbukaan Data Pertamina

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:51

MENKES: Label Nutri-Level untuk Pilih Makanan-minuman Sehat

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:01

TANGAN TERBORGOL, Eks Pejabat Kejari HSU Digiring ke Ruang Persidangan Tipikor Banjarmasin

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:33

ERA BARU Logistik Polri Semakin Modern untuk Menunjang Pelayanan kepada Masyarakat

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:20

PRESTASI GEMILANG di Tingkat Nasional, Kapolda Kalsel “Diganjar Penghargaan” dari Kapolri

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:00

SOSOK PRIA Videonya Viral, Khalikin Buka Suara dan “Gentlemen” Minta Maaf ke Publik

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:23

SERATUS DRIVER SKPD Pemprov Dilatih Ditlantas Polda Kalsel Keterampilan Safety Driving di SDC Banjarbaru

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca