Kombes Pol Muji Ediyanto
Suarindonesia – Kemacetan akan terjadi di kawasan Kayu Tangi dan Handil Bakti menyusul rencana penutupan akses Jembatan Sungai Alalak sejak Senin (1/4) hari ini.
Pengguna jalan harus bersabar selama dua tahun untuk menikmati akses jembatan Sungai Alalak baru.
Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, Rusdiansyah melalui Kabid Lalu Lintas Jalan (LLJ), Gusti Nur Aina menghimbau masyarakat untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
Dikatakannya, pada titik belokan sudah dipasang rambu untuk memudahkan pengguna jalan.
“Untuk menghindari kemacetan parah dan juga keselamatan lalu lintas masyarakat diharapkan mematuhi rambu jalan dan juga mematuhi arahan petugas.
Jangan sampai ada yang menerobos-nerobos apalagi melawan arus, hal itu akan menyebabkan kemacetan parah,” jelas Aina, Minggu (31/3).

Aina menambahkan, pihaknya bersama petugas lainnya baik itu polisi lalu lintas dan dinas perhubungan kabupaten dan kota akan disiagakan untuk mengatur laly lintas.
“Khusus dari kami disiapkan 2 orang tiap titik, totalnya perhari 10 pasukan. Nanti ada dari polda, dishub kota, dan petugas lainnya,” bebernya.
Sementara, Dirlantas Polda Kalsel, Kombes Pol Muji Ediyanto meminta semua pihak yang terlibat, agar mengantisipasi efek domino dari penutupan ini.
Dia mengakui, kerawanan kemacetan dan kerawanan kecelakaan akan muncul kala pengalihan arus.
“Tak ada kata lain, kita semua harus mendukung demi majunya pembangunan,” kata Muji.
Pihaknya memastikan, selama penutupan akan menurunkan aparat untuk berpatroli hingga rekayasa lalulintas.
“Ketika di jam-jam tertentu mengalami kemacetan parah, aparat kami akan turun,” janjinya.
Untuk diketahui, penutupan jembatan ini hingga dua tahun kedepan. Sampai Jembatan Alalak I selesai dibangun. Praktis, selama dua tahun ini, warga yang ingin ke Banjarmasin maupun ke Batola harus pintar-pintar memprediksi waktu perjalanan.
Selama dua tahun pula, pengalihan arus lalulintas dilakukan. Contohnya bagi truk besar dari Kalteng maupun Batola yang biasanya dapat melintas masuk Kota Banjarmasin, dialihkan ke ruas Jalan Gubernur Syarkawi.
Sementara, bagi pengendara biasa, arus lalulintas dialihkan ke Jembatan Sungai Alalak II dan Jalan Tembus Perumnas.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















