SEMPAT MELAWAN Terpidana Buronan Kejari Amuntai yang Disergap Persembunyiannya di Banjarmasin

Bagikan :
SEMPAT MELAWAN Terpidana Buronan Kejari Amuntai yang Disergap Persembunyiannya di Banjarmasin

SuarIndonesia – Meski sempat melawan,  tim Kejaksaan di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) menangkap buronan yang sudah lama dicari, Rabu (26/1/2022) malam, sekitar pukul 22.00 WITA.

Dari informasi diperoleh, terpidana  adalah Syarif Hidayat alias Syarif alias  Upik Cacar (46), merupakan buronan dari Kejaksaan Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Dan diamankan Tim Tabur (Tangkap Buronan) di bawah komando Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Amuntai, Novian Hadian dan di lapangan dipimpin Kasi Intel, Rudy Firmansyah.

Terpidana ditemukan di rumahnya Jalan Soetoyo S Gang Keluarga Kelurahan Kertak Baru, Kecamatan Banjarmasin Tengah, meski sempat mencoba melakukan perlawanan.

 

Setelah itu, terpidana untuk sementara, kemarin malam, diamankan di Kantor Kejati Kalsel (Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan).

Semua kerjasama Tim Tabur Kejati Kalsel dengan dengan Kejari Amuntai.

Plt Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalsel H. Ponco Hartanto SH, M.H, kembali menaruh apresiasi atas kerja keras dan kerjasama yang telah dibangun personil di lapangan.

“Tentunya dalam program kegiatan tangkap buron, dan tetap berharap terus bekerja demi meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kejaksaan di Kalsel,” ujarnya melalui Kasi Penerangan Hukum Kejati Kalsel, Romadu Novelino, SH. MH.

Disebut, terpidana terkait Narkotika, yang merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) asal Kejari di HSU.

Penangkapan terhadap buronan berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 108 K/Pid.Sus/2015 tanggal 07 Desember 2015.

Terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana “Tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman”.

Serta menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 5 tahun dan denda sebesar Rp 800.000.000.

Dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, diganti dengan pidana penjara selama 4 bulan.

 

Dieksekusi oleh Jaksa yang melaksanakan putusan pengadilan berdasarkan Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan (P-48) Nomor: Print – 12 / O.3.14 / Enz.3 / 01 / 2022 tanggal 26 Januari 2022 guna menjalani Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 108 K/Pid.Sus/2015 tanggal 07 Desember 2015.

Sehari sebelumnya Tim juga amankan DPO, Selasa (25/1/2022), sekitar pukul 17.30 WITA, di pos keamanan Kantor Kecamatan Amuntai Selatan Desa Telaga Silaba.

Terpidana atasnama Fathurahhman alias Ahur (26), juga terkait perkara Narkotika.

Sebelumnya, terpidana Ahur melarikan diri sehingga menjadi buron selama 6 tahun dan telah menjalani masa penahanan sekitar 6 bulan. (ZI)

 423 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.