Suarindonesia – Pengembangan Bandara Syamsudin Noor ditargetkan sudah rampung pada Oktober mendatang, namun hingga saat ini akses jalan menuju terminal baru itu masih belum selesai.
Untuk menyelesaiakan pembangunan jalan, masih diperlukan dana kurang lebih Rp120 miliar, setelah sebelumnya Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) juga sudah menggelontorkan dama puluhan miliar.
Jika dihitung dengan kemampuan anggaran pendapatan dan belanaja daerah (APBD) Kalsel yang hanya Rp6 triliun, tentu memerlukan waktu yang lama untuk menyelesaikan pembangunan tersebut.
Atas dasar itu, menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, Roy Rizali Anwar, pihaknya mengharapkan suntinan APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Roy menyebut, jalan tersebut merupakan akses program strategis nasional (PSN), maka seyogyanya pembangunan fasilitas penunjang juga dibiayai APBN.
“Kami sudah menyurati kementerian tapi belum diterima usulan alih status dari jalan provinsi menjadi jalan nasional,” jelas Roy, Jumat (7/6).
Pada APBD murni 2019, pemprov menggarkan Rp5 miliar untuk kelanjutan pembangunan jalan akses bandara. Direncanakan, pada APBD perubahan ditambah Rp40 miliar lagi untuk pengaspalan.
“Dari 20 meter lebar jalan, yang kami aspal 7 meter dulu sesuai kemampuan keuangan. Yang penting bisa berfungsi dulu sembari menunggu ada suntikan dana dari APBN.
Dana Rp40 miliar dari APBD itu hanya untuk pengaspalan, tidak termasuk median jalan, trotoar, penerangan jalan, dan rambu,” beber Roy.
Sementara, Direktur Jendral (Dirjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Polana Banguningsih Pramesti mengatakan, dari hasil peninjauan akses jalan bandara masih banyak yang harus diselesaikan pemprov. Ia menyebut, ketika bandara beroperasi oktober mendatang, maka akses jalan harus tersedia.
Untuk mendorong penyelesaikan akses jalan tersebut, Polana berjanji akan mengomunikasilan dengan seluruh pihak terkait.
“Nanti kami coba komunikasikan dengan pemprov, dengan Kementerian PUPR, dengan Meko Perekonomian juga agar akses jalan tersebut bisa diselesailan.
Saya akan telpon Dirjen Bina Marga (BM) Kementetian PUPR agar masalah status jalan dari jalan provinsi ke jalan nasional bisa cepat diselesaikan, ” janjinya usai monitoring angkutan lebaran di Bandara Syamsudin Noor, seraya menambahkan pemprov sudah menyatakan komitmen juga untuk menyelesaikan jalan tersebut sesuai kemampuan keuangan.
Di tempat yang sama, GM Bandara Syamsudin Noor, Indah Preastuty menambahkan, akses jalan diperlukan ketika terminal baru beroperasi Oktober mendatang.
Ditambahkannya, akses jalan untuk memberika kenyamanan dan keamanan bagi penumpang bandara.
“Nanti saya mengharapkan bersama Pak Gubernur Kalsel bersama-sama meninjau akses jalan bandara agar mempercepat penyelesaian.
Setelah lebaran ini saya akan minta waktu beliau lagi untuk sama-sama meninjau, kemarin karena lebaran mungkin beliau sibuk, ” urainya. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















