Suarindonesia – Sejatinya, kerjasama b to b (bisnis to bisnis) antara travel agen dari Kalsel dan Finlandia-Estonia menjadi target Pemprov Kalsel guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).
Kerjasama belum bisa dilakukan karena ada beberapa syarat yang harus dipenuhi atau dilengkapi.
Travel agen Kalsel diminta menguatkan kelembagaan. “Kita sudah punya modal yang besar, tapi Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menjual belum kita miliki,” beber Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq.
Menurut Hanif, modal yang besar itu adalah destinasi wisata yang dimiliki Kalsel.
Tamu dari Finlandia dan Estonia katanya, rata-rata takjub dengan ekowisata Kalsel.
Bahkan, ujarnya, para tamu tersebut berjanji akan kembali lagi membawa rombongan masing-masing.
“Yang belum kita miliki hanya SDM yang menjual, selama ini menjadi operator tour hanya dianggap kerja sampingan, bukan kegiatan utama,” urainya.
Hanif menyebut ke depan menjadi tugas pariwisata untuk membangun penguatan SDM dan penguataan kelembagaan operator tour tersebut.
Pun demikian, Hanif menyebut Dinas Kehutanan juga akan banyak terlibat.
“Mohon izin untuk pembangunan kami sampaikan kami akan ikut terlibat, sepanjang untuk pembangunan kepariwisataan,” katanya.
Ia menambahkan, tindak lanjut kehadiran rombongan Finlandia-Estonia pihak pemprov diundang mengikuti pameran radio.
“Pameran radio se Finlandia dan Estonia, kami diminta membawa potret Kalsel. Kegiatan itu bulan Juni,” urainya.
Sementara itu, Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor menyatakan kedatangan tamu kedutaan Finlandia kesannya positif, hanya mereka menyayangkan dari 10 destinasi unggulan di Indonesia Kalsel tidak termasuk.
“Ini menjadi tugas dari Dinas Pariwisata untuk mempromosikan wisata alam kita,” katanya. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















