SuarIndonesia – Puluhan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarmasin menggelar aksi unjuk rasa ke Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Walikota Banjarmasin.
Pantauan awak media ini ketika di lokasi, unjuk rasa sempat ricuh akibat mereka tidak bisa menemui kepala BKD yang menjadi sasaran protes. Kemudian berdampak pada terjadinya perusakan barang inventaris di kantor BKD itu.
Salah satu pengunjukrasa menyampaikan, protes ini dilakukan karena tunjangan kinerja (Tukin) mereka dipotong oleh Pemko sebesar 50%. Kemudian tidak terima dengan keputusan tersebut, lalu berujung pada unjuk rasa itu.

“Sebelumnya penghasilan kami Rp6juta, setelah dipotong tinggal Rp3juta, Padahal kami bekerja sampai 24 jam,” ucapnya.
Ia mempertegas jika tidak bisa ketemu dengan Kepala BKD maka akan menduduki kantor BKD hingga waktu yang tak ditentukan.
Parahnya lagi pegawai setempat turut diusir oleh sekumpulan ASN Pamong Praja itu. “Kita bertahan di sini sampai bisa bertemu Kepala BKD dan mendapat hasil yang sesuai dengan apa yang kita inginkan,” ujarnya.
Selang beberapa jam, Kepala BKD, Syafri Azmi tiba di lokasi unjuk rasa, mediasi dilakukan sekda akhirnya sempat berjalan lancar. Namun di tengah mediasi Syafri Azmi sempat melontarkan kata-kata yang dianggap anggota Satpol PP tak mengenakkan sehingga aksi protes satpol PP kembali rusuh di dalam ruang aula BKD Kota Banjarmasin.
Salah satu massa aksi mengatakan kepala BKD Drs H Syafri Azmi menyebut akan melakukan tuntutan balik kepada satpol PP Kota Banjarmasin. “Dia menyebut akan menghitung berapa total yang diakibatkan dari aksi tadi,” cecarnya.

Lanjutnya, emosi anggota Satpol PP pecah karena ditambah perkataan kepala BKD yang menanyakan siapa yang PNS dan yang tidak. “Katanya akan dilakukan pengecekan pada status kepegawaian kami, yang ASN atau tidak,” urainya.
Cekcok pun tak terelakkan antara puluhan massa demo dengan Kepala BKD. Namun setibanya Kepala BKD dipanggil Walikota Banjarmasin, mediasi kembali dilakukan dengan dipimpin oleh Sekretaris Daerah Drs H Hamli Kursani.
Bersama Hamli, akhirnya massa luluh dengan kesepakatan isu aksi hari ini akan ditindaklanjuti dalam kurun waktu tiga hari ke depan.

Hal ini diungkapkan oleh Sekdako Banjarmasin, Hamli Kursani saat melakukan mediasi antara Kepala BKD Diklat Kota Banjarmasin dengan massa yang berasal dari Satpol PP.
Hamli juga berjanji akan melakukan koordinasi bersama dengan pimpinan Pemko Banjarmasin yakni Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin untuk mencari jalan keluar dari permasalahan yang terjadi hari ini.
“Kita kordinasikan nanti dengan pimpinan juga untuk mencari jalan keluarnya nanti dan akan ditindaklanjuti dalam tiga hari ke depan,” pungkasnya.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















