Suarindonesia – Sarah (23) wanita belia meniti karirnya pada bisnis kuliner berbasis unik.
Bahkan generasi millenial ini menjadikan taraf ekonomi kehidupannya semakin meningkat pada tiga tahun terakhir sejak 2016 memulai bisnis Kue Cake Lapis Sasirangan.
Nama Sasirangan pada produk andalannya itu menjadi daya tarik tersendiri, setiap orang membaca banner terdapat promosi yang sangat menarik, dengan mematok harga 40.000 rupiah per pcs, Sarah mampu menghabiskan puluhan dagangannya perhari.
“Kadang kadang sampai RP75 dan kadang sampai Rp80, tapi selalu berada diatas kisaran 50 pcs perharinya laku jualan saya, dan ini untuk keuntungan ada lah sekitar 40% saya dapat dari total hasil penjualan,” ucapnya kepada awak media, Sabtu (9/3), di sela kegiatan pameren APINDO di Gedung Susu.
Menurut Sarah, keunikan cake lapis buatannya adalah memiliki banyak lapisan yang sengaja ditumpuk berundun sehingga terlihat seperti motif kain sasirangan yaitu seperti pola hiris pudak yang merupakan khas sasirangan kota Banjarmasin.

“Sasirangan ini kan berasal dari dua suku kata, yang pertama Sa itu artinya satu, dan sirang yang artinya menjelujur, dan kalau kita artikan secara makna maka dibuat disatu kain dengan menjelujurkan pewarna pada kain tersebut dan kita adopsi proses itu ke kue cake lapis milik kita,” ujarnya.
Dari tampilan dan pola pembuatan kue cake lapis Sarah lah tampak seperti Sasirangan yang selanjutnya dijadikan olehnya sebagai nama pada produk yang sekarang membuat kehidupan perekonomiannya meningkat pesat yaitu kue cake lapis Sasirangan.
Sarah menyebutkan kebanyakan pelanggan memang bingung mengapa harus dibuatkan nama Sasirangan pada cake lapis miliknya,
Namun perlahan pelanggan tersebut mengerti kata Sasirangan pada nama produk Sarah tersebut sebagai penanda atau ciri dari produknya yang mengangkat tampilan dan design Sasirangan.
Dalam waktu singkat Sarah sudah memiliki beberapa reseller yang tersebar di berbagai daerah mulai dari Tanah Bumbu, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Banjarmasin hingga Barito Kuala aktif setiap hari merekap permintaan pelanggan dengan cara Purchase Order.
Alih alih mencoba kreatifitas lain, Sarah terkadang menambahkan topping waluh yang sudah dimasak sedemikian rupa agar membuat cita rasa kue cake lapis Sasirangannya bisa bersaing dengan cake lapis lainnya yang lebih dulu tersebar di pasaran.
Ia mengaku optimis jika cake lapis miliknya dapat bersaing dipasaran karena disamping ukuran yang lebih besar, cake lapis miliknya mampu bertahan hingga tiga puluh hari tanpa ada perubahan rasa ataupun kelembutan di tiap lapisan cakenya.
Tak tanggung tanggung pula, Sarah ketika melakukan promosi kue cake lapis sasirangan baik di media sosial maupun didunia nyata selalu mengiringi dengan pakaian khas sasirangan Kalimantan Selatan agar lebih mendukung karakter dari produk yang ia buat dengan sistem produk rumahan.
“Saya selalu memakai baju sasirangan setiap melakukan pemasaran dan promosi baik di media sosial maupun di bazaar bazaar setiap even hampirxselalu saya ikuti, terlebih di Kota Banjarmasin sering saya ikut,” katanya.
Sarah merupakan salah seoranf dari peserta Bazaar Expo UMKM tahun 2010 yang digelar oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kalimantan Selatan bertempat di halaman gedung Sultan Suriansyah, Banjarmasin Utara, 8-9 maret 2019.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















