SAKSI Kadis Pendidikan, Malah tidak Mengetahui Soal Pengandaan Ujian

- Penulis

Selasa, 28 November 2023 - 14:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

saksi dalam perkara terdakwa  Rahmat Hidayat Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Pendidikan Tapin karena melakukan penyimpangan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), di sidang lanjutan di Pengadilan Tidnak Pidana Korupsi Banjarmasin, Selasa (28/11/2023). (SuarIndonesia/ HD) .

saksi dalam perkara terdakwa  Rahmat Hidayat Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Pendidikan Tapin karena melakukan penyimpangan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), di sidang lanjutan di Pengadilan Tidnak Pidana Korupsi Banjarmasin, Selasa (28/11/2023). (SuarIndonesia/ HD) .

SuarIndonesia – Kepala Dinas Pendidikan Kabuapten Tapin ,Ernawti mlah mengakui tidak tahu soal pengadaan soal soal ujian yang ia tahu adanya adanya rapat MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) tingkat SD Kabupaten Tapin,  membiacarkan pembuat soal soal ujian.

“Soal pengadaan saya tidak mengetahui dan baru tahu setelah adanya proses hukum terdakwa ini,’’ ujar Ernawati, ketika di hadapkan sebagai salah satu saksi dalam perkara terdakwa  Rahmat Hidayat Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Pendidikan Tapin karena melakukan penyimpangan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), di sidang lanjutan di Pengadilan Tidnak Pidana Korupsi Banjarmasin, Selasa (28/11/2023).

Sidang lanjutan yang dipimpin hakim Jamser Simanjuntak tersebut, saksi membenarkan kalau dirinya menandatangani sertifikat untuk guru yang membuat soal soal ujian, bukannya masalah pengandaan soal.

Sebab katanya lebih lanjut sertifikat tersebut sangat berguna bagi guru bersangkutan untuk meniti karirnya sebagai guru.

Memang dalam pembuatan soal tersebut dilakukan pihak MKKS agar terdapat kesamaan pembuatan soal soal ujian dan hal ini dilakukan MKKS adalah hal yang lazim.

Sementara saksi Erlani salah satu Kepala Bidang di Dinas Pendidikan Tapin mengaku bahwa memang ada kejanggalan dalam penentuan besaran biaya pengandaan soal Rp15.000,- karena dilakukan tidak terperinci.

Terdakwa Rakhmat Hidayat merupakan ASN aktif yang mejabat sebagai pengawas Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Candi Laras Utara, Kabupaten Tapin, diduga telah menyelewengkan dana BOS reguler tahun 2021 untuk Kegiatan asesmen atau evaluasi pembelajaran di Sekolah Dasar se- Kabupaten Tapin.

Dalam perkara, kata Jaksa Penuntut Umum (JPU)Dwi Kurnianto, terdakwa punya peran aktif dalam penyimpangan dana BOS tersebut. Dimana pada saat pelaksanaan rapat Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) bulan Oktober 2020, terdakwa selaku Pembina MKKS mengusulkan untuk kegiatan asesmen atau evaluasi pembelajaran pengelolaan dilakukan oleh MKKS yang dananya bersumber dari dana BOS reguler sebesar Rp 15.000 per siswa, dan itu disepakati.

Baca Juga :   KASUS PEMERKOSAAN Dipertanyakan Keluarga Korban Perkembangan Perkaranya, Begini Penegasan Polisi

Berdasarakn dakwaan yang disampaikan JPU Dwi Kurnianto dari Kab. Tapin terdapat unsur kerugian sebesar Rp 387.607.000 dan telah dikembalikan terdakwa selama proses penyidikan berlangsung.

Total nilai biaya kegiatan asesmen dan evaluasi yang diakomodir oleh Dinas Pendidkan Tapin sebesar Rp 556.683.000 untuk 174 SD di Tapin, namun dalam realisasinya hanya terpakai Rp 171.630.500, sehingga terdapat selisih Rp 387.607.000.

Perbuatan terdakwa yang melakukan penyelewengan tersebut JPU dihadapan majelis hakim yang dipimpin hakim Jamser Simanjuntak mematok pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah h dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, untuk dakwaan primair.

Sedangkan dakwaan subsidair melanggar pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (HD)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEMENHUB DESAK ASURANSI P&I Tunjuk Mitra Lokal Angkat Bangkai KM Virgo Transport 8
BASARNAS TUTUP OPERASI SAR KM Virgo, 53 Korban Masih Belum Ditemukan
DIRESMIKAN Jembatan Merah Putih di Banjar, Kapolda Kalsel juga Serap Aspirasi Lewat Program “Polisi Bersama Masyarakat”
AJAK WARGA Kumpul Bersama Polsek Banjarmasin Utara Perkuat Silaturahmi dan Kamtibmas
DORONG Titian Jalan dan Wisata Kerbau Rawa, Ketua DPRD Kalsel Serap Aspirasi Warga Paminggir
DPRD Kalsel Bahas Perbaikan Jalan Banua Anam
MENSESNEG PRASETYO: Penyadapan Listyo Sigit Cs Dikategorikan Makar
REFORMASI POLRI di Persimpangan antara Kekuasaan dan Kepercayaan Rakyat

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 23:47

TERCATAT 401.586 KASUS Kumulatif Ispa Akibat Karhutla

Rabu, 4 November 2026 - 23:08

BANJIR-LONGSOR Landa Wilayah Perbatasan Entikong, 2 Rumah Roboh

Rabu, 4 November 2026 - 22:05

DIRESMIKAN Jembatan Merah Putih di Banjar, Kapolda Kalsel juga Serap Aspirasi Lewat Program “Polisi Bersama Masyarakat”

Rabu, 4 November 2026 - 21:54

AJAK WARGA Kumpul Bersama Polsek Banjarmasin Utara Perkuat Silaturahmi dan Kamtibmas

Rabu, 4 November 2026 - 20:37

HELIKOPTER Mi-17 Diduga Alami Gangguan Teknis saat Ambil Air

Rabu, 4 November 2026 - 18:50

KAPOLSEK Banjarmasin Timur Ajak Warga Dialog di Bawah Jembatan

Rabu, 4 November 2026 - 18:44

DIHENTIKAN Pencarian Korban KM Virgo Transport 8, Tercatat 53 Orang Belum Ditemukan

Rabu, 4 November 2026 - 18:15

HELIKOPTER TNI Jatuh saat Misi Padamkan Karhutla di Kalteng

Berita Terbaru