RUSUH Tewaskan Seorang Warga di Perkebunan Sawit, Begini Penjelasan Polda Kalteng

- Penulis

Minggu, 8 Oktober 2023 - 00:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia –  Rusuh yang tewaskan seorang warga, akibat tertembak dan satunya kritis terjadi di perkebunan kelapa sawit PT Hamparan Masawit Bangun Persada (HMBP) di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan, begini dijelaskan pihak Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng)..

“Terkait kabar adanya korban meninggal dunia, kami sedang melakukan pengecekan di rumah sakit, apakah itu betul ada yang meninggal dan luka. Apabila nanti ada korban meninggal maupun luka, maka kita akan melakukan proses penyelidikan,” kata Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Nanang Avianto melalui Kepala Bidang Humas Kombes Pol Erlan Munaji di Sampit, Sabtu (7/10/2023). 

Ia menjelaskan, diduga terjadi gesekan antara masyarakat dengan personel gabungan TNI dan Polri yang melakukan pengamanan di PT Hamparan Masawit Bangun Persada.

Personel gabungan sudah hampir 20 hari melakukan pengamanan di lokasi itu usai terjadi tindakan anarkis sekelompok orang beberapa waktu lalu terkait sejumlah tuntutan warga, salah satunya tuntutan adanya kebun plasma untuk masyarakat setempat.

Keberadaan personel gabungan di lokasi perkebunan kelapa sawit tersebut untuk melihat situasi dan memastikan semua tetap kondusif sehingga masyarakat bisa melaksanakan kegiatan seperti biasa.

Dia menjelaskan, saat mediasi sebelumnya telah ada kesepakatan antara masyarakat dengan perusahaan. Proses pun mulai berjalan untuk merealisasikan kesepakatan tersebut.

Namun kemudian, ada oknum masyarakat yang tidak terima dengan kesepakatan tersebut. Hal inilah yang kemudian kembali memunculkan permasalahan.

Erlan menyebutkan, para oknum warga itu mencoba melakukan panen massal di wilayah Pos 3 dan Pos 9 perusahaan tersebut. Ini menjadi perhatian bagi aparat gabungan untuk melakukan pengamanan.

Petugas juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan panen massal. Namun di lapangan mereka tetap bersikeras dan melakukan perlawanan dengan cara melempar dengan batu, ketapel, egreg, dodos, bom molotov dan lainnya.

Terkait kejadian itu, Erlan menjelaskan, ada sekitar 20 orang sudah diamankan, termasuk mereka yang membawa senjata. Informasi lainnya, dari 20 orang tersebut ada sekitar 5 orang yang terindikasi positif mengonsumsi narkoba.

Baca Juga :   GUBERNUR KALSEl H Sahbirin Noor Mengudurkan Diri Disampaikan ke Presiden, Berkas Diproses

Erlan menegaskan, hal ini menjadi catatan bagi semua, khususnya masyarakat Desa Bangkal agar jangan mudah terprovokasi untuk melakukan tindak pidana.

“Kami berharap masyarakat, apabila ada tuntutan maka bisa dibicarakan dengan pihak perusahaan dan masyarakat sudah sepakat silakan dilaksanakan melalui musyawarah mufakat sehingga situasi bisa berjalan dengan aman dan lancar,” harapnya.

Disinggung soal kabar adanya korban meninggal dan korban luka akibat luka tembak, Erlan mengaku belum bisa memberi penjelasan lebih jauh karena sedang berkoordinasi dengan pihak rumah sakit.

Dia menjelaskan, pasukan personel gabungan TNI dan Polri yang ditugaskan di lapangan tidak dibekali peluru tajam. Mereka dibekali dengan gas air mata, peluru hampa dan peluru karet.

“Tapi apabila nanti terbukti ada oknum personel anggota yang melakukan penembakan dengan senjata berpeluru tajam, kami akan melakukan investigasi lebih lanjut dalam proses penyelidikan. Kita tunggu hasil investigasi internal dan komparatif dari pihak rumah sakit,” tegas Erlan. dikutip Antara.

Ia menambahkan, saat ini situasi kondusif meski masih ada 50 sampai 60 orang warga yang masih bertahan di lokasi kejadian.

Pihaknya berharap pemerintah daerah di tingkat provinsi dan kabupaten ikut turun memberi pemahaman dan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang melawan hukum.

Pemerintah daerah diharapkan memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa permasalahan yang ada bisa diselesaikan dengan damai. Apalagi, sebelumnya sudah ada kata sepakat antara masyarakat dengan perusahaan dan sedang dalam proses untuk direalisasikan. (*/ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BURONAN RESIDIVIS Pembunuh di Surgi Mufti Banjarmasin Diringkus di Kalteng
WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI
PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong
AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin
UNISKA MAB Tambah Guru Besar, Rektor Zainul Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor ke-17
DISERAHKAN SK PENETAPAN dari DPP untuk Kepengurusan DPD PAN se-Kalsel
NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer
HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 21:53

BURONAN RESIDIVIS Pembunuh di Surgi Mufti Banjarmasin Diringkus di Kalteng

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Kamis, 2 April 2026 - 22:15

DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar

Kamis, 2 April 2026 - 21:58

PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong

Kamis, 2 April 2026 - 21:41

AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin

Kamis, 2 April 2026 - 16:50

DISERAHKAN SK PENETAPAN dari DPP untuk Kepengurusan DPD PAN se-Kalsel

Kamis, 2 April 2026 - 13:08

HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI

Rabu, 1 April 2026 - 23:53

DUA PEMAIN SABU Disergap Polisi, Sempat Membuang Barang Bukti

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca