Rugi Besar Jika Sampai Liga 1 2019 Dihentikan

- Penulis

Selasa, 30 Juli 2019 - 20:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suporter Persela turun ke dalam lapangan usai pertandingan. (ANTARA FOTO/Syaiful Arif)

Suarindonesia – Penghentian kompetisi Liga 1 2019 hanya karena kerusuhan usai laga Persela Lamongan vs Borneo FC.Senin (29/7), dianggap bisa merugikan banyak pihak yang terlibat dalam ajang tersebut.

Terkait kerusuhan di Stadion Surajaya Lamongan itu Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) akan memanggil PSSI dan operator kompetisi Liga 1 2019, PT Liga Indonesia Baru, Rabu (31/7), guna meminta penjelasan.

Dalam wawancara dengan CNNIndonesia.com, Sekjen BOPI Sandi Suwardi Hasan melontarkan kemungkinan menghentikan Liga 1 2019 akibat kerusuhan di laga Persela vs Borneo itu.

Tetapi dalam pandangan pengamat sepak bola nasional, Supriyono, penghentian kompetisi lebih memiliki dampak yang merugikan.

Bagi Supriyono pernyataan BOPI yang mengancam Liga 1 2019 dihentikan terlalu cepat. Supriyono yang juga jebolan Primavera juga menyebut tidak ada keuntungan jika Liga 1 2019 disetop di tengah jalan.

“Kalau saya tidak setuju BOPI langsung mengambil tindakan menghentikan kompetisi. Efeknya banyak sekali, kita [sepak bola Indonesia] sudah merasakan dihukum [FIFA],” ujar Supriyono saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (30/7).

“UKM [usaha kecil menengah] juga akan kesulitan mendapatkan rezeki, pemain apalagi, dan lainnya. Akan rugi banyak kalau kompetisi dihentikan, ada pihak sponsor, siaran televisi, ada masyarakat yang mengais rezeki dari situ, kemudian pemain,” Supriyono menambahkan.

Melihat level kasus yang terjadi dalam laga Persela vs Borneo, Supriyono memandang masih banyak opsi ada solusi yang bisa diambil dibanding langsung menghentikan kompetisi. Utamanya adalah ketegasan PSSI dalam memberikan sanksi, salah satunya pertandingan digelar tanpa penonton.

Selain itu guna menghindari hal serupa atau yang lebih buruk terjadi di laga-laga berikutnya, Supriyono menyarankan semua pihak termasuk pelatih bisa meningkatkan pengetahuan dalam sepak bola.

“Kompetisi bukan sebatas menang dan kalah, tapi bagaimana mereka yang di lapangan dan di pinggir lapangan tetap menjaga norma sportivitas, respek, teman, lawan, penonton, wasit dan lainnya. Maka dari itu saya katakan, pemain juga harus punya pengetahuan law of the game,” ucap Supriyono.

Baca Juga :   FEBRIE ADRIANSYAH Usai Diperiksa 7 Jam Dibawa Lagi ke Rutan KPK

Kerusuhan di Stadion Surajaya Lamongan, bermula dari keributan antara kiper Persela Dwi Kuswanto dan gelandang Borneo FC Wahyudi Hamisi. Kedua pemain mendapat kartu merah dari wasit Wawan Rapiko pada menit ke-90+1.

Setelah memberikan kartu merah kepada pemain dari kedua klub, wasit Wawan memberikan hadiah penalti kepada Borneo FC. Lerby Eliandry yang menjadi eksekutor sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di menit ke-90+27.

Usai pertandingan kubu Persela protes dengan mengerubungi wasit Wawan. Tidak hanya itu, suporter tuan rumah juga turun ke lapangan mengejar wasit.

Mengacu pada peraturan pertandingan dari Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) 2018/2019, penalti yang diberikan wasit Wawan merupakan keputusan tepat. Berdasarkan Pasal 4 regulasi ‘Fouls and Misconduct’ Law of the Game IFAB, wasit bisa memberikan tendangan penalti jika ada pemain yang melakukan ‘violent conduct’.

“Jika bola dalam permainan dan pemain melakukan pelanggaran di dalam bidang permainan terhadap lawan, permainan akan dilanjutkan dengan tendangan bebas tidak langsung atau langsung atau tendangan penalti,” tulis law of the game IFAB 2018/2019 pada halaman 109. (CNNIndonesia/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BGN Keluarkan 1.653 Satuan Pendidikan Penerima MBG
KALIMANTAN 10 Besar ISPU Tertinggi, Kotim di Posisi Teratas
KORUPSI HUTAN: Kejagung Sita Rp1,003 Triliun dari PT PSMI
HANYA BELASAN MENIT Kunjungan Kerja Wapres Gibran di SR Banjarbaru
ASIAN GAMES 2026: Bonus Rp3 Miliar untuk Peraih Emas Perorangan
KOORDINASI Kawasan Diintensifkan Atasi Dampak Asap Karhutla
HELIKOPTER CH-47 Chinook dari Jepang Tangani Karhutla Mulai 12 September
KAPAL INDUK Giuseppe Garibaldi Dikerahkan Tangani Karhutla

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 00:29

KAPOLSEK Banjarmasin Utara Sambangi Warga Kurang Mampu

Jumat, 11 September 2026 - 21:58

HAJI ISAM Dikabarkan Bidik 62% Saham BYAN Rp 52,7 T

Jumat, 11 September 2026 - 17:36

SAT POLAIRUD Polresta Banjarmasin Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah

Kamis, 10 September 2026 - 22:46

3.105 HA TNTP Terbakar, Habitat Orang Utan Terancam!

Kamis, 10 September 2026 - 22:06

BNPB Siagakan Satu Pesawat untuk OMC

Kamis, 10 September 2026 - 21:58

DIHADAPAN Wapres Gibran Tunjukkan Inovasi Cairan dan Drone Thermal Langsung di Titik Api

Kamis, 10 September 2026 - 21:45

RESMI DITUTUP, 4.151 Mahasiswa Baru UNISKA MAB Siap Memulai Perkuliahan

Kamis, 10 September 2026 - 18:08

HANYA BELASAN MENIT Kunjungan Kerja Wapres Gibran di SR Banjarbaru

Berita Terbaru


Kepala BGN Sudaryono. (Foto: HO-BGN)

Nasional

BGN Keluarkan 1.653 Satuan Pendidikan Penerima MBG

Sabtu, 12 Sep 2026 - 00:01

Ilustrasi. (si/ut/gemini.ai)

Kesehatan

PERBEDAAN Keracunan dan Alergi Makanan

Jumat, 11 Sep 2026 - 23:29

Kebakaran yang melanda Desa Soren, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2026).(Foto: HO-BPBD KOTIM)

Kalteng

HOTSPOT Kalteng Menggila Lagi!

Jumat, 11 Sep 2026 - 22:34

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca