Suarindonesia – Kapolda Kalsel, Irjen Polisi Yazid Fanani mengharapkan kegiatan Operasi Ketupat 2019 lebih baik dari tahun sebelumnya.
“Maka kesiapsiagaan peralatan serta alat pendukung lainnya bisa dioperasionalkan nantinya dengan baik.
Semoga kegiatan ini mendapat dukungan dari semua warga Kalsel,” katanya kepada awak media usai Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2019 di Mapolda Kalsel, Selasa (28/5)

Dikatakan, pihaknya terjunkan selain 725 personil dari kepolisian, juga didukung steakholder lainnya seperti TNI, Dinas Perhubungan, dinas PUPR, Pramuka Basarnas dan yang lainnya.
Sisi lain, antisipasi daerah rawan untuk daerah di Kalsel.
Seperti di pusat pusat perbelanjaan, rawan macet di seluruh jalur, pada titik lelah supir yang mengemudikan kendaraan lewat jalur darat jauh.
“Semua menjadi prioritas pengamanan dari operasi ini.
Kepada warga masyarakat di Banua ini yang akan merayakan Hari Raya Idul Fitri khususnya di pusat perbelanjaan agar tidak berpakaian terlalu mencolok yang bisa mengundang tindak kejahatan, dan para pengemudi kendaraan roda dua dan empat jarak jauh agar mempersiapkan kendaraannya semaksimal mungkin agar selamat di perjalanan, dan dianjurkan untuk beristirahat apabila lelah saat menempuh perjalanan jauh, ungkap kapolda.

Sementara itu Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel, Kombes Pol Muji Ediyanto mengatakan di beberapa ruas jalan yang ada di Kalsel ada daerah rawan kecelakaan lalu lintas, seperti banyaknya jalan berlubang, penerangan jalan umum kurang memadai, serta adanya tikungan tajam.
“Khusus jalan berlubang sendiri oleh instansi terkait hampir 90 persen sudah dilakukan perbaikan, dan ini tentunya akan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas, ” ujar Muji Ediyanto.
Operasi Ketupat Tahun 2019, yang akan digelar selama 13 hari, mulai Rabu dini hari tanggal 29 Mei 2019, sampai dengan hari Senin tanggal 10 Juni 2019. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















