SuarIndonesia – Ribuan jemaah hadiri Haul Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau dikenal Datu Kalampayan, Sabtu (5/4/2024), ada yang susuri sungai hingga berrombongan duduk di sekitar lokasi kegiatan religi ini.
Banyak pula mengelar sajadah di jalan umum mauopun di lokasi lain karena tak dapat masuk ke area haul.
Jemaah dari berbagai penjuru khusuk mengikuti rangkaian Haul ke-219 Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari berlokasi di Masjid Jami Tuhfaturragibin, Desa Dalam Pagar Ulu, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar. Lokasi diketahui pula kampung tempat bermukim Datu Kalampayan.
Rangkaian Haul dimulai pembacaan Maulid Habsyi dan dzikir. Dilanjutkan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Qori Internasional asal Kalimantan Tengah (Kalteng) Muhammad Nazmi Al Varo.
Peringatan haul dilanjutkan pembacaan Manaqib atau riwayat hidup Datu Kalampayan dan doa.
“Kebanyakan rombongan yang naik kelotok yang bermukim di pesisir Martapura, Kabupaten Barito Kuala, bahkan dari Banjarmasin, ” ucap salah satu relawan.
Sejumlah alim ulama, habaib, hingga pejabat dan mantan pejabat daerah berhadir. Ada Sekdaprov Kalsel M Syarifuddin, Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rusyanto Yudha Hermawan dan mantan Gubernur Kalsel, H Rudy Arifin, Bupati Banjar Saidi Mansyur dan Wakil, Said Idrus, Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) Syafrudin Noor, Bupati Barito Kuala Bahrul Ilmi,
Diketahui dalam pengamanan dikerahkan ribuan relawan dan personel gabungan. Baik personel Polres Banjar dan Polda Kalsel Khususnya ada sebanyak 2.000 personel gabungan dikerahkan.
Dari Kodim 1006/Banjar, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Kesehatan, BPBD, Dinas Perhubungan, dan unsur pendukung lainnya.
“Haul kali ini ada tiga zona, titik plotting juga sudah kita siapkan,” kata Wakapolres Banjar, Kompol Faisal Amri Nasution, sebelumnya.
Sementara Gubernur diwakil Wakil Gubernur Kalsel dalam sambutannya mengungkapkan kiprah besar Syekh Muhammad Arsyad dalam mengajarakan ajaran Islam khususnya di tanah Banjar.
Semangat menuntut ilmu dan mengamalkan ilmu agama dari Syekh Muhammad Arsyad harus diwarisi oleh umat Islam di Kalsel. “Kita sebagai generasi penerus harus mewarisi sejarah kehidupan beliau,” pesannya. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















