Suarindonesia – Ribuan jamaah dari berbagai penjuru mengunjungi Kubah Habib Salimin bin Ahmad bin Abu Bakar Al Baghoits Ahad (12/01/2019). Jamaah tersebut datang dengan tujuan menghadiri haul ke-8 Habib Salimin bin Ahmad bin Abu Bakar Al Baghoits.
Jamaah yang berhadir bukan hanya dari Kabupaten Barito Kuala akan tetapi dari daerah lain seperti Rantau, Martapura dan Banjarmasin. Bahkan adapula yang berasal dari provinsi tetangga seperti Kalimantan Tengah (Kalteng) yakni dari Kuala Kapuas dan Palangka Raya.
Mereka yang datang tak saja memenuhi aula komplek pemakaman, namun juga memenuhi setiap celah area hingga meluber ke jalan dan rumah-rumah penduduk setempat. Bahkan jalan macet sampai ke tempat acara.
Menariknya, di tengah kerumunan jamaah yang berhadir, selain para tokoh masyarakat, ulama dan habaib, tampak sosok Sultan Banjar, Pangeran H. Khairul Saleh Al-Mu’tashim Billah.
Selain itu, berhadir pula para dzuriat, para pejabat seperti mantan Bupati Batola Hasanuddin Murad dan Edy Sukarma Wakil Bupati Batola Rahmadian Noor dan berbagai elemen masyarakat di Kalsel dan Kalteng
Dalam sambutan mewakili keluarga Habib Abdullah bin Ja’far Al Baghoits menjaga silaturrahmi karena akan bermanfaat dunia dan akhirat.
Haulan Habib Salimin Al Baghoits diawali pembacaan Maulid Al Habsyie, pembacaan manaqib oleh Habib Anies bin Salimin Al Baghoits anak dari Habib Salimin yang dihauli, serta pembacaan yaasin tahlil dan doa.
Dalam manaqib yang disampaikan Habib Anies diceritakan kehidupan Habib Salimin yang salah satu gurunya Guru Salman Mulia.
Habib Salimin seorang ulama yang mengamalkan ilmunya, rendah hati, pemurah, penyabar, disegani, berpantang (wara’).
Habib wafat dalam usia 80 tahun (lahir 1929 dan wafat 2010) dan dimakamkan di Alalak Berangas. Makamnya sering dikunjungi para peziarah yang datang dari berbagai daerah. Makam ini termasuk dalam daftar objek wisata religius di Kabupaten Batola.
Acara haul diisi ceramah oleh Habib Abdullah bin Abdurrahman Al Muhdhor dari Tarim, Hadralmaut Yaman yang menyampaikan bakti anak kepada orangtuanya, maka menimbulkan rasa bakti anak cucu dzuriyatnya. Penterjemah Ustadz Ahmad Syauki bin Badrun.(RA)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















