REFLEKSI Kemerdekaan RI Harus Dibarengi Perawatan Keragaman dan Persatuan

- Penulis

Jumat, 16 Agustus 2019 - 21:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Cendikiawan Islam Prof DR Azyumardi Azra menilai refleksi kemerdekaan RI harus diimplementasikan dengan cara merawat keberagaman dan persatuan di negeri ini.

Ia bersyukur memasuki usia ke 74 tahun kemerdekaan, Indonesia masih bersatu di bawah panji NKRI meskipun menghadapi tantangan dari dalam dan luar negeri.

“Saya kira menjelang 100 tahun Indonesia merdeka, kita harus memperkuat persatuan dan faktor yang memperkuat persatuan kita dan kesatuan kita, yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI,” kata Azyumardi kepada awak media seusai Refleksi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 di Aula Vihara Dhammasoka Jum’at (16/8/19) sore.

Di sisi lain, ia menilai faktor penyebab tergerusnya persatuan dan kesatuan harus bisa diatasi. “Faktor itu misalnya kesenjangan ekonomi yang bisa menyebabkan kegaduhan, ini harus diatasi oleh pemerintah,” jelas mantan anggota dewan penasehat MUI.

Ia menyebut polarisasi berbasis identitas menjelang memasuki tahun politik pilkada diprediksi tidak lagi laku.

“Saya melihat pasca Pileg dan Pilpres 2019 praktis sudah tidak ada. Saya pun melihat Pilkada serentak 2020 belum ada indikasi (politik identitas) karena tidak ada tokoh yang kontroversial yang bisa membangkitkan politik identitas,” ucap dia.

Jebolan Doktor Colombia University ini mengatakan meskipun belum ada indikasi, kemungkinan yang mengarah bangkitnya politik identitas pada Pilkada serentak 2020 masih ada, jika tokoh politik mengeluarkan statement kontroversial seperti yang dilakukan mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama.

Baca Juga :   BANTUAN Pusat Rp20,5 Triliun Siap Disalurkan ke Daerah

“Saya kira politisi harus lebih bijak, janganlah kiranya menggunakan ayat-ayat dari kitab suci yang tidak faham sepenuhnya. Dan jangan menggunakan ayat suci untuk kepentingan politik,” pesan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah ini.

Bukan tanpa alasan, Azyumardi menilai masyarakat bisa saja salah menafsirkan statement dari Politisi jika menggunakan ayat suci sebagai agenda politik yang berujung perpecahan dan pertikaian di tengah masyarakat.

“Janganlah dibawa-bawa ayat di kitab suci dibawa saat kampanye (pilkada) tahun depan, (lebih baik) bicara mengenai memajukan bangsa, ekonomi dari daerah masing-masing dan menata sistem politik dan pendidikan saya kira bagusnya seperti itu,” tandas mantan presidium ICMI ini.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

JAJARAN GABUNGAN Do’a Bersama Semoga Korban KM Virgo Segera Ditemukan
GUBERNUR Muhidin Bagi Per Blok Penanganan Karhutla
CAIRAN Surfaktan Disiapkan Polda Kalsel Produksi Jumlah Lebih Banyak
BASARNAS: Hari Kelima Pencarian Posisi Kapal Virgo Semakin Tenggelam
KASUS KORUPSI ATR/BPN: KPK Geledah Ruangan 3 Dirjen dan Sita Dokumen
KESEHATAN Mental Nakes Salah Satu Penentu Keselamatan Pasien
KAPOLRI Diperintahkan “All Out” Cek Unsur Pidana Pelaku Karhutla
MR X Tergeletak Tak Bernyawa di Rumah Kontrakan

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 22:23

JAJARAN GABUNGAN Do’a Bersama Semoga Korban KM Virgo Segera Ditemukan

Kamis, 17 September 2026 - 21:50

SABU Tiga Kilogram dari Kalteng Gagal Masuk Banjarmasin

Kamis, 17 September 2026 - 21:41

GUBERNUR Muhidin Bagi Per Blok Penanganan Karhutla

Kamis, 17 September 2026 - 21:27

BASARNAS: Hari Kelima Pencarian Posisi Kapal Virgo Semakin Tenggelam

Kamis, 17 September 2026 - 19:05

MR X Tergeletak Tak Bernyawa di Rumah Kontrakan

Kamis, 17 September 2026 - 18:52

PEMILIK KM Virgo Transport 8 “Angkat Bicara” Terkait Musibah di Laut Jawa

Kamis, 17 September 2026 - 16:15

DIUNGKAP PAKET GANJA Hampir Setengah Kilogram, Seorang Pria Diamankan Polresta Banjarmasin

Kamis, 17 September 2026 - 16:06

PENGIRIMAN Rokok Ilegal dari Surabaya, 3,4 Juta Batang Diamankan

Berita Terbaru

Kapolresta Samarinda, Kombes Hendri Umar. (detikKalimantan)

Hukum

3 TERSANGKA Karhutla Terancam Bui 10 Tahun

Kamis, 17 Sep 2026 - 21:50

Headline

GUBERNUR Muhidin Bagi Per Blok Penanganan Karhutla

Kamis, 17 Sep 2026 - 21:41

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca