RATUSAN RUMAH Warga Perbatasan Kalbar-Malaysia Terendam Banjir

- Penulis

Rabu, 29 Januari 2025 - 21:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir di kecamatan Jagoi Babang Bengkayang, Kalimantan Barat. (ANTARA/Narwati)

Banjir di kecamatan Jagoi Babang Bengkayang, Kalimantan Barat. (ANTARA/Narwati)

SuarIndonesia — Ratusan rumah warga di perbatasan Indonesia dengan Malaysia, tepatnya di Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalbar, masih terendam banjir.

Kapolsek Jagoi Babang, AKP Asep Maulana, Rabu (29/1/2025), menyatakan 453 kepala keluarga atau lebih dari 1.507 jiwa warga di perbatasan Malaysia di Jagoi Babang Kabupaten Bengkayang, Kalbar, terdampak banjir.

“Dua desa di wilayah Jagoi Babang yang terdampak, dan terdapat 38 balita dan 78 lansia,” ujarnya.

Dari pantauan kepolisian Polsek Jagoi Babang, ketinggian air mencapai tiga meter, khusus banjir yang terjadi di Dusun Peleng dan Sentimok. Namun, warga terdampak tidak mau mengungsi dan memilih tetap bertahan dalam rumah mereka.

“Kita bersama forkopimcam selalu mengimbau kepada warga untuk mengungsi, tetapi rata-rata tidak mau. Mereka bertahan untuk mengamankan barang-barangnya,” ujar dia.

Akibat banjir yang masih terus naik tersebut, aktivitas masyarakat setempat lumpuh. Sementara untuk bala bantuan sudah datang dari berbagai pihak, termasuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis pada masyarakat dari Puskesmas Jagoi Babang.

Desa yang terdampak banjir seperti desa Sinar Baru dan Desa Kumba. Wilayah tersebut, katanya, memang menjadi langganan banjir ketika hujan dengan intensitas tinggi.

Pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan dan instansi terkait lainnya untuk memantau situasi masyarakat.

“Dari hasil monitor di lapangan untuk saat ini masyarakat masih bertahan di rumah masing-masing dikarenakan sebagian rumah warga adalah rumah panggung, di mana rata-rata rumah yang terdampak banjir berada di pinggiran sungai,” ujarnya.

Ia menyatakan, tidak menutupi kemungkinan jika curah hujan tidak berhenti dan semakin lebat tinggi air semakin naik disertai susulan air dari Sungai Piat yang berhulu ke Malaysia dan Sungai Kumba yang berhulu di Kecamatan Siding dan Kecamatan Seluas.

“Sejauh ini belum ada korban jiwa, kita berharap situasi banjir akan surut dan tidak hujan lagi sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal,” ujarnya.

Baca Juga :   MATI MASSAL 5.000 Ekor Ayam Dampak Pemadaman Listrik, Begini Respon PLN Barabai Kota

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkayang mencatat, 3.468 rumah warga yang terdampak banjir atau sekitar 12.023 jiwa korban banjir tahun ini. Banjir mulai terjadi di Kabupaten Bengkayang pada 21 Januari 2025 hingga hari ini, Rabu 28 Januari.

Sebelas kecamatan di Bengkayang terdampak banjir tersebut, meliputi Kecamatan Lumar (longsor dan banjir), Kecamatan Ledo, Kecamatan Seluas, Kecamatan Sanggau Ledo, Kecamatan Jagoi Babang, Kecamatan Teriak, Kecamatan Sungai Betung, Kecamatan Monterado, Kecamatan Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, dan Kecamatan Bengkayang.

“Banjir kembali naik di kecamatan Ledo hari ini,” kata Kepala BPBD kabupaten Bengkayang, Dwi Berta.

Dia mengimbau kepada seluruh warga kabupaten Bengkayang untuk mengenal potensi bencana di wilayah masing-masing Dan segera mengungsi ke tempat yang aman jika banjir terjadi.

Dia juga meminta agar masyarakat selalu waspada dan segera lakukan evakuasi jika kondisi sudah tidak memungkinkan.

“Jangan sampai tim tidak bisa lagi melakukan evakuasi karena berbahaya,” kata dia dilansir dari AntaraNews.

Dia minta, agar warga tetap waspada dan berhati-hati. Dia juga imbau agar masyarakat untuk mengevakuasi diri dengan membawa barang-barang berharga.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Pontianak Kalbar melalui akun media sosial menginformasikan bahwa peringatan dini curah hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi hingga 30 Januari 2025. Sementara untuk perairan Bengkayang-Singkawang tinggi gelombang mencapai 2,5 meter berpotensi terjadi. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

31 WNA Malaysia-Taiwan Ditangkap, Diduga Scamming
KARHUTLA Kalbar: Tiga Helikopter CH-47 Chinook Jepang Perkuat Pemadaman
ENAM Orang Utan Diselamatkan dari Karhutla
DIHADAPAN Wapres Gibran Tunjukkan Inovasi Cairan dan Drone Thermal Langsung di Titik Api
HANYA BELASAN MENIT Kunjungan Kerja Wapres Gibran di SR Banjarbaru
PEDULI Korban Kebakaran, Kapolsek Banjarmasin Tengah Salurkan Bantuan Senbako
TERUNGKAP Pengemudi Mobil SUV yang Tabrak Kabur Ternyata Pengedar Narkoba Lintas Kalselteng
PARIPURNA Penjelasan Raperda APBD 2027, Postur Pendapatan Dianggarkan 8 Triliun

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 22:06

BNPB Siagakan Satu Pesawat untuk OMC

Kamis, 10 September 2026 - 21:45

RESMI DITUTUP, 4.151 Mahasiswa Baru UNISKA MAB Siap Memulai Perkuliahan

Kamis, 10 September 2026 - 18:08

HANYA BELASAN MENIT Kunjungan Kerja Wapres Gibran di SR Banjarbaru

Kamis, 10 September 2026 - 16:53

MAULID di DPRD Kalsel, Momentum Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Keimanan

Kamis, 10 September 2026 - 16:49

PEMANFAATAN ASET Swargaloka Dievaluasi DPRD Kalsel

Kamis, 10 September 2026 - 12:41

PEDULI Korban Kebakaran, Kapolsek Banjarmasin Tengah Salurkan Bantuan Senbako

Rabu, 9 September 2026 - 23:38

WAPRES Gibran ke Kalsel Tinjau SR hingga ISPA dan karhutla

Rabu, 9 September 2026 - 22:35

LA Diguyur Hujan Bantu Redakan Ancaman Karhutla

Berita Terbaru

31 WNA Malaysia dan Taiwan ditangkap Imigrasi Pontianak, Kalbar. (Foto: Istimewa)

Kalbar

31 WNA Malaysia-Taiwan Ditangkap, Diduga Scamming

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:50

Karhutla mengancam habitat orang utan di TN Tanjung Puting Kalteng. (Foto: HO-Dok Balai TNTP)

Headline

3.105 HA TNTP Terbakar, Habitat Orang Utan Terancam!

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:46

Tim BKSDA dan YIARI Kalbar mengevakuasi Orang utan dari salah satu kebun warga di Kayong Utara. (Foto: HO-YIARI Kalbar)

Kalbar

ENAM Orang Utan Diselamatkan dari Karhutla

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:17

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto menyampaikan laporan terkini penanggulangan karhutla kepada Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat rapat koordinasi di Pos Pantau Karhutla di Guntung Damar Banjarbaru, Kamis (10/9/2026). (Foto: HO-Antara)

Kalsel

BNPB Siagakan Satu Pesawat untuk OMC

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:06

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca