PUSKESOS Ujung Tombak Pendataan dan Validasi Penerima Bansos

- Penulis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 21:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sosial Saifullah Yusuf berbincang-bincang dengan keluarga penerima manfaat bansos, saat kunjungan kerja ke Puskesos Desa Margakaya, Kabupaten Karawang, Jabar, Selasa (21/10/2025). (ANTARA/Ali Khumaini)

Menteri Sosial Saifullah Yusuf berbincang-bincang dengan keluarga penerima manfaat bansos, saat kunjungan kerja ke Puskesos Desa Margakaya, Kabupaten Karawang, Jabar, Selasa (21/10/2025). (ANTARA/Ali Khumaini)

SuarIndonesia — Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebutkan pusat kesejahteraan sosial (Puskesos) kini menjadi lembaga yang strategis, karena menjadi ujung tombak dalam melakukan pendataan dan validasi penerima manfaat bantuan sosial (bansos).

“Selama ini bantuan pemerintah, itu ditengarai tidak tepat sasaran. Karena datanya dirasa kurang akurat. Tidak semuanya, ada juga yang tepat sasaran. Tapi ditengarai banyak (yang tidak tepat sasaran),” kata Mensos saat kunjungan kerja ke Puskesos Desa Margakaya, Kabupaten Karawang, Jabar, Selasa (21/10/2025).

Ia menyampaikan, saat ini Kementerian Sosial tengah mengecek data penerima manfaat bantuan sosial yang ditengarai tidak tepat sasaran.

“Diperkirakan, ini kita sedang cek, sekitar 40 persen program PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) tidak tepat sasaran,” katanya.

Atas hal tersebut, pada Februari 2025 Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025.

Dalam Inpres ini meminta semua instansi, baik pemerintah pusat maupun daerah, kementerian dan lembaga yang memiliki data masing-masing divalidasi ulang.

Menurut dia, dengan adanya Inpres tersebut nantinya akan ada satu data, yakni data tunggal sosial dan ekonomi nasional.

Disebutkan, jika datanya akurat maka bansos-nya akan tepat sasaran. Sedangkan jika datanya berantakan, maka bantuan sosial yang disalurkan tidak akan tepat sasaran.

Mengenai data, Mensos menyebutkan puskesos sangat berperan penting. Sebab di puskesos data masyarakat dikumpulkan, diverifikasi, dan divalidasi.

“Ini penting karena bantuan pemerintah harus benar-benar sampai kepada yang berhak. Banyak program selama ini tidak tepat sasaran karena datanya belum akurat,” kata Mensos Saifullah, dilansir dari AntaraNews.

Mensos menyampaikan, per 30 September 2025, data tunggal sosial dan ekonomi nasional mencatat jumlah penduduk Indonesia mencapai 286 juta jiwa, di mana 10 persen di antaranya masuk desil 1 atau kelompok termiskin.

Baca Juga :   PRESIDEN Prabowo Perintahkan PLN Segera Tutup PLTD

Pemerintah kini memberi perhatian besar pada desil 1 hingga 4, sebagai kelompok utama penerima bansos.

Disebutkan, pada tahun ini jumlah keluarga penerima manfaat meningkat tajam dari sebelumnya 15–20 juta menjadi lebih dari 35 juta kelarga penerima manfaat program bansos atau setara dengan 140 juta jiwa.

Sementara itu, dalam kunjungannya ke Puskesos Desa Margakaya, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, Mensos berbincang-bincang dengan para penerima manfaat bansos. Selain itu, mensos juga berbincang-bincang dengan para petugas Puskesos.

Mensos berpesan agar masyarakat yang menemukan persoalan mengenai data penerima manfaat bansos, bisa segera menyampaikan ke petugas puskesos. Sehingga bisa cepat ditindaklanjuti.

“Intinya, kita semua sepakat menginginkan agar bantuan sosial pemerintah bisa tepat sasaran,” katanya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

ASIAN GAMES 2026: Bonus Rp3 Miliar untuk Peraih Emas Perorangan
KOORDINASI Kawasan Diintensifkan Atasi Dampak Asap Karhutla
HELIKOPTER CH-47 Chinook dari Jepang Tangani Karhutla Mulai 12 September
KAPAL INDUK Giuseppe Garibaldi Dikerahkan Tangani Karhutla
SAWIT Muncul di Bekas Karhutla Kalbar
POLRI Tetapkan 138 Tersangka Karhutla
POLRI Diminta Proses Hukum Korporasi Terlibat Karhutla
SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 22:31

ASIAN GAMES 2026: Bonus Rp3 Miliar untuk Peraih Emas Perorangan

Selasa, 8 September 2026 - 20:58

HELIKOPTER CH-47 Chinook dari Jepang Tangani Karhutla Mulai 12 September

Selasa, 8 September 2026 - 20:21

KAPAL INDUK Giuseppe Garibaldi Dikerahkan Tangani Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 23:11

SAWIT Muncul di Bekas Karhutla Kalbar

Senin, 7 September 2026 - 22:12

POLRI Tetapkan 138 Tersangka Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 21:57

POLRI Diminta Proses Hukum Korporasi Terlibat Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 21:45

SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng

Senin, 7 September 2026 - 21:27

PRESIDEN Prabowo: Karhutla Jangan Sampai Masuk Zona Inti IKN

Berita Terbaru

Petugas beristirahat sejenak saat pemadaman kebakaran lahan gambut di Kecamatan Pahandut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (2/9/2026). (Foto: Antara/Auliya Rahman)

Kalteng

HOTSPOT Menurun Terus Dipantau Ketat

Rabu, 9 Sep 2026 - 22:47

Hujan membasahi wilayah Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, beberapa waktu lalu. (Foto: HO-MC Kominfo Banjarbaru)

Kalsel

LA Diguyur Hujan Bantu Redakan Ancaman Karhutla

Rabu, 9 Sep 2026 - 22:35

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca