SuarIndonesia – Tusuk sate terbuat dari bambu yang beredar di Kalsel selama ini ternyata bukan buatan sendiri, meskipun Kalsel mempunyai hutan bambu yang luas.
Kebutuhan tusun sate dipasok dari Malang, Jawa Timur. Padahl, permintaan tusuk sate di Kalsel cukup tinggi.
Di Kota Banjarmasin saja, jelas Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq, menyebut kebutugan tusuk sate per bulan kurang lebih 2 ton.
“Belum lagi di Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan daerah-daerah lainnya,” katanya, Selasa (12/11).
Melihat fakta tersebut menurut Hanif, pihaknya terpacu memproduksi tusuk sate bersama pihak terkait.
Posisi saat ini Provinsi Kalsel sudah memiliki mesin produksi tusuk sate dan akan segera memenuhi kebutuhan tusuk sate dan tusuk gigi bambu.
Dikatakan Hanif, hutan bambu di Kalsel melimpah terutama di Hulu Sungai.
“Bahan baku kita tidak kekurangan. Dalam tiga tahun bambu sudah bisa diproduksi. Target kita memproduksi tusuk sate 12 ton per bulan.
Kita optimis Kalsel tidak lagi memasok tusuk sate dari luar,” beber Hanif. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















