Prof H Hadin Mujad: Pembongkaran Baliho Bando Malam Hari Timbulkan Tanda Tanya, Apakah Banjarmasin Sudah ‘Gawat’?

- Penulis

Rabu, 24 Juni 2020 - 20:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Menyusul polemik pembongkaran baliho bando di tengah malam akhirnya mengundang tanda tanya besar kebijakan Pemko Banjarmasin.

Apakah Banjarmasin sudah ‘gawat’ ?

Pasalnya, Kota Banjarmasin yang mengharuskan membongkar sejumlah baliho bando di sepanjang Jalan A Yani Banjarmasin. Apalagi dilakukan pada malam hari oleh jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan, jelas ini mengundang tanya.

Pengamat hukum dan pemerintahan dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Prof H Hadin Mujad, mengatakan hal tersebut kepada sejumlah media, Rabu (24/06/2020), di Banjarmasin.

“Kenapa jadi pembongkaran baliho bando itu, dilakukan malam hari? Ini jadi pertanyaan besar, ada apa?” tanyanya.

“Apakah Banjarmasin sudah ‘gawat’, hingga pembongkaran mesti dilakukan malam hari?”ucapnya lagi balik bertanya.

Menurut Prof Hadin, idealnya dalam perspektif penataan suatu kota, tak boleh ada yang dirugikan. Apalagi sampai merugikan masyarakatnya sendiri.

Di sisi lain, tegasnya, dalam penataan kota hendaknya jangan sampai ada konflik antar atasan dengan bawahan, dalam hal ini walikota dengan Kepada Satpol PP Kota Banjarmasin.

Baca Juga :   INDONESIA-MALAYSIA Lakukan Latma "Kekar Malindo-47" di Singkawang

“Jika ada yang mengaku, sampai tidak tahu adanya pembongkaran baliho bando yang dilakukan jajaran Satpol PP itu, jelas menjadi pertanyaan kembali,” ujarnya.

Guru Besar Program Studi Pasca Sarjana Fakultas Hukum ULM ini juga mempertanyakan Walikota Ibnu Sina, mengapa dalam menata kota tak dirumuskan di dalam dulu, baru Kasat Pol PP Ichwan Noor Chalik melakukan tugasnya agar tak membingungkan masyarakat.

“Sayang disayangkan bila dalam melakukan pembongkaran terhadap baliho bando pada malam hari yang merugikan banyak pihak. Apalagi dilakukan di tengah pandemi Covid-19, di mana semua orang harus punya ‘tenggang rasa’,” demikian tutup Prof H Hadin Mujad.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BURONAN RESIDIVIS Pembunuh di Surgi Mufti Banjarmasin Diringkus di Kalteng
WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI
DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar
PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong
AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin
UNISKA MAB Tambah Guru Besar, Rektor Zainul Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor ke-17
DISERAHKAN SK PENETAPAN dari DPP untuk Kepengurusan DPD PAN se-Kalsel
NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 21:53

BURONAN RESIDIVIS Pembunuh di Surgi Mufti Banjarmasin Diringkus di Kalteng

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Kamis, 2 April 2026 - 22:15

DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar

Kamis, 2 April 2026 - 21:58

PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong

Kamis, 2 April 2026 - 21:41

AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin

Kamis, 2 April 2026 - 16:50

DISERAHKAN SK PENETAPAN dari DPP untuk Kepengurusan DPD PAN se-Kalsel

Kamis, 2 April 2026 - 13:08

HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI

Rabu, 1 April 2026 - 23:53

DUA PEMAIN SABU Disergap Polisi, Sempat Membuang Barang Bukti

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca