POS PEMBATASAN Pemko Nempel Operasi Ketupat Intan

- Penulis

Rabu, 5 Mei 2021 - 00:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pembatasan seluruh aktivitas masyarakat berupa pemberlakuan jam malam di Kota Banjarmasin

pembatasan seluruh aktivitas masyarakat berupa pemberlakuan jam malam di Kota Banjarmasin

SuarIndonesia – Tinggal menghitung hari, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin bakal kembali menerapkan kebijakan pembatasan seluruh aktivitas masyarakat berupa pemberlakuan jam malam dan pengetatan dalam penerapan protokol kesehatan (prokes).

Penjabat (Pj) Wali Kota Banjarmasin, Akhmad Fydayeen mengatakan bahwa keputusan tersebut merupakan bentuk respon atas dikeluarkannya Surat Edaran (SE) Pj Gubernur Kalimantan Selatan beberapa waktu lalu.

Menurutnya, seluruh pembatasan dan pengetatan prokes tersebut akan mulai diterapkan pada Kamis 6 Mei 2021 mendatang di beberapa titik tertentu.

Namun, sekali lagi pria yang saat ini menduduki jabatan tertinggi di Pemerintahan Kota Banjarmasin itu tidak memberikan penjelasan secara terperinci terkait titik-titik yang menjadi fokus pengawasan.

“Soal posko penjagaan yang dimulai pada tanggal 6 nanti sudah ada. Untuk titiknya sendiri kita kolaborasikan dengan Operasi Ketupat Intan yang dijalankan oleh Kepolisian,” ungkapnya.

“Jadi kita langsung nempel aja semua dengan program dari Kepolisian,” tambahnya.

Selain itu, Dayeen juga tidak memberi jawaban yang jelas rinci ketika disodorkan pertanyaan apakah pembatasan tersebut bakal berdampak terhadap aktivitas keluar-masuk warga di batas kota.

Ia hanya menjawab bahwa pihaknya akan menjalankan apa yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin. Termasuk syarat atau berkas yang harus disiapkan warga yang ingin masuk ke wilayah Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini.

“Sebagaimana yang sudah disyaratkan. Jadi persyaratan warga yang mau masuk atau keluar tetap ada,” tukasnya.

Diketahui, SE itu sendiri berisikan instruksi kepada setiap kepala daerah untuk melakukan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro serta peniadaan mudik hari raya Idul Fitri tahun 1442 H sebagai upaya pengendalian penyebaran Covid-19 selama bulan suci Ramadhan.

Baca Juga :   SEBUAH RUKO di Cemara Raya Terbakar

“Pembatasan yang akan diterapkan nanti bisa membackup apa yang dikeluarkan oleh Pj Gubernur, sehingga regulasi yang kita keluarkan bisa berjalan sebagaimana mestinya,” ucapnya belum lama tadi saat ditemui awak media di lobi gedung Balai Kota.

Pembatasan yang dimaksud Dayeen itu berupa pemberlakuan jam malam bagi para pelaku usaha berupa rumah makan, restoran, cafe dan toko modern lainnya wajib menghentikan aktivitasnya pada pukul 22.00 WITA.

Kemudian, pembatasan operasional juga diterapkan untuk pusat perbelanjaan atau mall, Tempat Hiburan Malam (THM) serta rumah billiard yang wajib menyetop aktivitasnya lebih awal dibandingkan cafe, yakni mulai pukul 21.00 WITA.

Lantas bagaimana pola atau teknis dalam menjalankan kebijakan dalam SE yang diterbitkan pada Senin, 3 Mei 2021 kemarin?

Terkait hal itu, Dayeen mengaku bahwa pihaknya akan menjalankan koordinasi seperti pada penerapan PPKM Mikro yang sebelumnya dijalankan. Yakni bekerja sama dengan aparat Kepolisian dan TNI.

“Dari Pemko sendiri, akan menurunkan petugas dari dinas teknis terkait seperti Satpol PP dalam menjalankan poin di SE tadi, termasuk menegakkan hukum protokol kesehatan di lingkungan masyarakat,” pungkasnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DUA PRIA Disergap Polisi di Kawasan Kelayan A Banjarmasin Selatan
RUMAH PENGEDAR Digeledah, Polisi Sita Enam Paket Sabu
LANJUTKAN Penanganan Karhutla dengan Surfaktan dan Water Bombing di Kabupaten Banjar
BURUH BANGUNAN TEWAS, Tubuhnya Ditemukan Dalam Air di Bawah Proyek Padel
HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur
POLISI Peduli Pendidikan, Tanamkan Keberanian dan Cegah Bullying
PERSONEL KPL Banjarmasin Mengurai Kepadatan Kendaraan, Keselamatan sebagai Prioritas
UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:28

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:49

BANPRES untuk Warga Gumas Terdampak Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:06

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:00

TANGANI KARHUTLA, 100 Personel Brimob Mabes Polri Dikerahkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:05

MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Berita Terbaru

Potret Chelsea dan Gundul, orang utan terdampak karhutla Tanjung Puting. (Foto: Istimewa)

Kalteng

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Okt 2026 - 23:28

Nina (43), perempuan yang tergabung dalam Srikandi BPBD Samarinda. (Foto: dokumentasi pribadi)

Kaltim

NINA, Berjibaku Padamkan Karhutla

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:18