PILIH Ketua Baru, IDI Kalsel. Pertama Kali Gelar Muswil di Luar Banjarmasin

Ketua IDI Kalsel, Dr dr Muhammad Rudiansyah (kiri) dan Ketua Panitia Muswil dr Deddy Rasyidan (kanan) saat menjelaskan pelaksanaan Muswil IDI Kalsel.(Foto/Ist)

SuarIndonesia – Sempat tertunda, kini Ikatan Dokter Indonesia Kalimantan Selatan (IDI Kalsel) akhirnya bisa melaksanakan Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk mencari kader baru dalam kepengurusannya.

Ketua IDI Kalsel, Dr dr Muhammad Rudiansyah mengatakan, sejatinya Muswil di tubuh kepengurusan IDI Kalsel sendiri dilaksanakan setiap tiga tahun sekali, tepatnya fi tahun 2021 yang lalu.

Namun, lantaran pandemi Covid-19 yang masih merajalela di Bumi Antasari ini memaksa pihaknya mengundur jadwal pelaksanaan muswil.

“Muswil IDI Kalsel ini akan dilaksanakan mulai tanggal 1 sampai 3 Juli 2022, di Kabupaten Kotabaru sebagai tuan rumah,” ucapnya saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis (30/06/2022).

Ia membeberkan, lokasi pelaksanaan Muswil IDI Kalsel tahun ini pertama kali digelar di luar Kota Banjarmasin. Dan itu merupakan keputusan bersama dari seluruh pengurus IDI Cabang di 13 kabupaten/kota di Kalsel.

“Biasanya kita melaksanakan di Banjarmasin. Tapi di tahun ini kita menawarkan pengurus IDI mana yang bersedia jadi tuan rumah pelaksanaan muswil tahun ini. Dan disepakati Kotabaru sebagai lokasi,” ungkap Rudi.

Dijelaskannya, selain untuk memaparkan laporan pertanggungjawaban dari pengurus IDI sebelumya, muswil ini juga dilakukan untuk mencari kader baru dalam tubuh kepengurusan IDI Kalsel.

“Nanti juga akan dilakukan perumusan visi misi baru dalam kepengurusan organisasi profesi, Muswil juga menggelar pemilihan Ketua IDI periode 2022-2025,” ujarnya.

Ia mengaku sudah melakukan dengar pendapat dengan seluruh anggota di Kalimantan Selatan, siapa yang mungkin bisa jadi Ketua yang baru IDI Kalsel.

Terdapat empat nama yang siap memimpin maju dalam busa pemilihan IDI Kalsel. Empat mana itu kata Rudiansyah berkenan siap mengikuti tahapan pemilihan.

Ada beberapa kriteria yang mesti dimiliki para calon ketua. Selain pernah menjadi pengurus IDI, ia mesti punya restu dari salah satu cabang IDI di Kalimantan Selatan.

Setelah itu tim seleksi juga akan menggali informasi terkait kode etik para calon ketua melalui majelis kode etik kedokteran Kalimantan Selatan. Setiap calon yang pernah melanggar kode etik bakal tersaring disana.

“Apabila tidak ada pelanggaran etik, maka lolos calon ketua,” imbuhnya.

Ada 34 suara yang bakal direbutkan oleh calon ketua IDI. Perolehan suara itu ditentukan berdasarkan jumlah dokter di Cabang IDI.

Seperti misalnya IDI Cabang Kota Banjarmasin punya 6 suara, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tabalong, Tanah Bumbu, Tanah laut punya masing-masing 3 suara.

Kemudian Kabupaten Tapin, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Kotabaru masing-masing 2 suara dan Balangan 1 suara.

Sementara Ketua Panitia Muswil dr Deddy Rasyidan yulizar mengatakan Muswil yang digelar tiga hari itu bakal di lakukan di Operation Room Pemda Kotabaru.

“Ada dua kepanitiaan penyelenggara, yakni panitia wilayah dan lokal,” kata dr Deddy.

Bahkan, dalam pelaksanaan muswil kali ini pun Deddy mengaku ada perbedaan dengan muswil-muswil sebelumnya. Bahkan ia menyebut bahwa muswil kali ini lebih menyerupai pemilu.

“Calon ketua yang maju wajib diusung minimal satu IDI cabang. Dan mereka juga wajib menjalani test yang dilakukan oleh tim kepanitiaan, mulai dari kesehatan maupun pemeriksaan lainnya,” pungkasnya (SU)

 177 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!